Helsinki, Finlandia – Sarah Dzafce resmi kehilangan mahkota Miss Finland, setelah foto dirinya yang menirukan pose “mata sipit” viral di media sosial.
Tindakan tersebut memicu gelombang kemarahan di seluruh Asia Timur, dan memaksa organisasi kecantikan nasional mengambil tindakan tegas.
Insiden ini bermula saat delegasi Finlandia untuk ajang Miss Universe tersebut mengunggah foto dirinya, ketika menarik sudut mata ke belakang.
Foto yang diambil saat kunjungan ke Thailand bulan lalu itu, dilengkapi dengan keterangan bertuliskan “makan dengan orang China”.
Sementara itu Organisasi Miss Finland menyatakan bahwa pencopotan gelar Dzafce, adalah keputusan yang sulit namun mutlak diperlukan.
Menurut mereka, seorang pemenang harus menjadi panutan yang menghormati semua orang tanpa memandang latar belakang etnis.
“Rasisme dalam bentuk apa pun tidak pernah bisa diterima,” tulis pernyataan resmi organisasi tersebut.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf mendalam, khususnya kepada komunitas Asia yang merasa tersinggung atas perilaku perwakilannya seperti dikutip oleh BBC News.
PM Finlandia Beri Kecaman
Kontroversi ini mencapai tingkat tertinggi di pemerintahan Finlandia hingga memaksa Perdana Menteri Petteri Orpo angkat bicara.
Orpo menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang “bodoh dan tidak dipikirkan dengan matang” yang merusak reputasi negara.
Pemerintah Finlandia menyadari bahwa insiden ini telah menimbulkan sentimen negatif di pasar internasional.
Kedutaan Besar Finlandia di Jepang bahkan mengakui, bahwa rasisme masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara konsisten di masyarakat mereka.
Skandal ini tidak hanya berhenti pada isu sosial, tetapi juga merambah ke sektor ekonomi.
Maskapai nasional Finnair terpaksa mengeluarkan pernyataan resmi, setelah akun media sosial mereka di Jepang dibanjiri kritik dan seruan boikot.
“Unggahan tersebut tidak mewakili nilai-nilai Finnair,” tulis manajemen maskapai melalui akun X resmi mereka.
Finnair menegaskan komitmen mereka, untuk menyambut semua pelanggan dari berbagai latar belakang dengan rasa hormat yang sama.
Pembelaan & Reaksi Parlemen
Dalam pembelaannya, Sarah Dzafce mengklaim bahwa pose tersebut hanyalah reaksi spontan karena ia sedang mengalami sakit kepala saat makan malam.
Ia berdalih bahwa keterangan foto yang menyinggung tersebut ditulis oleh temannya tanpa persetujuan dirinya.
“Itu sama sekali bukan niat saya. Menghormati perbedaan adalah hal terpenting bagi saya,” tulis Dzafce dalam unggahan permintaan maaf di Instagram.
Namun, publik tetap mengkritik permintaan maaf tersebut karena ditulis dalam bahasa Finlandia, yang dianggap tidak tulus bagi audiens internasional.
Ketegangan semakin memuncak saat dua anggota parlemen sayap kanan, Juho Eerola dan Kaisa Garedew, mengunggah foto yang menirukan pose Dzafce sebagai bentuk dukungan.
Perdana Menteri Orpo mengutuk aksi tersebut sebagai perilaku “kekanak-kanakan” yang tidak pantas dilakukan oleh pejabat negara (YA)





