Raja Eropa vs Raja Amerika Selatan! Berkat Dinding Kokoh Safonov, PSG Raih Sextuple!

Piala Interkontinental FIFA: PSG Dinobatkan Gelar Juara, Usai Menekuk Flamengo di Babak Adu Penalti

Doha, Qatar – Piala Interkontinental FIFA, turnamen yang mempertemukan para juara kompetisi klub tertinggi dari masing-masing benua, ditutup dengan sebuah laga final yang sangat memukau.

Final tahun ini mempertemukan juara Champions League Eropa, Paris Saint-Germain, dengan juara Copa Libertadores, Flamengo, pada Kamis (18/12/25).

Sesuai ekspektasi, kontes yang melibatkan dua klub terbaik di dunia sepakbola pada saat ini berjalan dengan atmosfer menegangkan.Usai bermain selama 90 menit, kedua kubu tersebut masih imbang 1-1.

Laga ini lantas dilanjutkan menuju babak tambahan waktu, dimana PSG dan Flamengo masih seimbang di papan skor. Pada akhirnya, gelar juara tahun ini ditentukan melalui babak adu penalti.

Paris Saint-Germain 1-1 Flamengo

Paris Saint-Germain vs Flamengo – Foto: Dok. PSG (L.Valroff)

PSG langsung mengambil kendali tempo permainan dalam periode pembukaan laga, dengan Flamengo yang lebih memilih untuk mengandalkan lini tengahnya untuk menciptakan masalah.

Pasukan Les Rouge et Bleu sangat aktif di depan gawang Flamengo. Akan tetapi, wakil asal Prancis tersebut baru membuka papan skor pada penghujung babak pertama.

  • Senny Mayulu mengirim bola kepada Desire Doue, yang memiliki ruang luas di bagian sayap kanan.
  • Tanpa membuang waktu, Doue langsung melepaskan umpan silang yang melewati tangan Agustin Rossi, dan dituntaskan dengan matang oleh Khvicha Kvaratskhelia. (38’)

Selama ini, jalan pertandingan dikendalikan dengan tegas oleh PSG. Flamengo bahkan belum mampu menembus kotak penalti PSG, dan situasi tersebut tetap berlanjut usai jeda turun minum.

Dominasi PSG sepertinya tidak akan pernah berhenti. Namun, tepat setelah satu jam waktu pertandingan, sang juara Eropa menggigit jarinya.

Flamengo akhirnya sukses menembus barisan pertahanan Les Rouge et Bleu. Akan tetapi, serangan Flamengo terhenti setelah Marquinhos melanggar Giorgian de Arrascaeta di daerah terlarang.

  • Flamengo dihadiahkan tendangan penalti, dan Jorginho, yang dipilih sebagai eksekutor, sukses melaksanakan tugasnya. (62’)

Gol penalti tersebut menjadi dorongan sempurna bagi Flamengo, yang kini mulai bermain dengan lebih percaya diri.

PSG masih tampil sebagai tim yang lebih berbahaya, namun, Flamengo kini menciptakan segala macam masalah bagi lawan mereka. Dengan waktu yang semakin mendekati penutupan pertandingan, kontrol PSG mulai hilang.

Sebaliknya, kehadiran Flamengo di tengah lapangan menjadi semakin besar, dan hingga menit-menit terakhir, kedua tim tersebut terus bertarung hingga titik darah penghabisan.

Pada akhirnya, ketika peluit terakhir dibunyikan, skor antara PSG dan Flamengo masih imbang 1-1. Kedua pihak lantas melanjutkan pertandingan mereka menuju babak tambahan waktu.

PSG memiliki beberapa peluang besar untuk mengembalikan keunggulan mereka. Namun, bahkan setelah mendapat tambahan 30 menit, PSG dan Flamengo gagal menciptakan gol baru.

Lantas, pemenang laga ini ditentukan dalam babak adu penalti, yang pada sendirinya juga mengundang kekaguman dari para penonton.

Babak Adu Penalti

Paris Saint-Germain vs Flamengo – Foto: Dok. Paris Saint-Germain (L.Valroff)
  • Paris Saint-Germain 1-1 Flamengo: Sang juara Libertadores mendapat giliran pertama untuk memulai adu penalti ini. Nicolás de la Cruz berhasil menemukan jaring gawang, dan kesuksesannya diikuti oleh wakil PSG, Vitinha.
  • Paris Saint-Germain 1-1 Flamengo: Dalam tendangan kedua, PSG dan Flamengo menelan nasib serupa. Tendangan Saúl Ñíguez diselamatkan oleh Matvey Safonov, namun PSG gagal merebut keunggulan setelah Ousmane Dembele membentur tiang gawang.
  • Paris Saint-Germain 2-1 Flamengo: Mulai dari sini, seluruh pengunjung stadion menjadi saksi penampilan luar biasa dari Safonov.
  • Kiper asal Rusia tersebut menyelamatkan tendangan ketiga Flamengo, yang dilaksanakan oleh Pedro. Kali ini, PSG sukses unggul di skor penalti, setelah Nuno Mendes berhasil menaklukkan Rossi.
  • Lalu, untuk ketiga kalinya secara beruntun, Safonov kembali menolak tembakan Flamengo. Kali ini, Leo Pereira menjadi korban terbaru sang kiper. Akan tetapi, wakil keempat PSG, Bradley Barcola, juga gagal menghantam targetnya.
  • Safonov lantas menjadi penentu nasib timnya. Dalam tendangan kelima ini, Safonov berhadapan dengan Luiz Araujo. Apabila sang kiper sukses menangani tendangan lawannya, PSG dinobatkan sebagai juara.
  • Dan kemudian, sebuah keajaiban di antara tiang gawang. Penyelamatan keempat dari Safonov, PSG menang,  dan sang kiper langsung dikerumuni oleh rekannya dalam sebuah selebrasi meriah.

Malam Bersejarah Bagi Les Rouge Et Bleu

Matvey Safonov (jersey hijau) – Foto: Dok. PSG (L.Valroff)

Kemenangan ini bukan hanya sekedar trofi baru untuk koleksi PSG.

Untuk pertama kalinya dalam seluruh sejarah mereka, PSG mencapai prestasi sextuple, dimana sebuah klub meraih enam trofi utama dalam satu tahun.

Saat ini, hanya ada dua klub lainnya yang meraih prestasi tersebut: Barcelona (2009) dan Bayern Munich (2020). Namun, PSG bukan satu-satunya yang mengukir sebuah sejarah.

Matvey Safonov, pahlawan PSG dalam laga ini, menjadi kiper pertama yang menyelamatkan empat tendangan dalam babak adu penalti secara beruntun, dalam sebuah kompetisi FIFA.

Selebrasi pasukan Les Rouge et Bleu usai pertandingan berjalan dengan cukup meriah.

Pelatih PSG, Luis Enrique yang bergabung dengan para pemain asuhannya, juga tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya dengan kemenangan ini.

“Kita telah membuat sejarah lagi!” seruan Enrique dalam wawancaranya dengan PSG TV. “Kita menunjukkan mentalitas yang sama sepanjang tahun 2025 yang luar biasa dan tak terlupakan ini. Kami jelas senang untuk diri kami sendiri, untuk klub, dan untuk para pendukung kami. Ini luar biasa, kita harus terus maju.”

Disisi lain, Flamengo harus puas menyaksikan perayaan PSG dan kini mempersiapkan diri untuk pulang dengan tangan kosong.

Satu-satunya hal yang mungkin bisa menghilangkan rasa pahit kekalahan ini adalah setidaknya, mereka menutup tahun ini sebagai juara Liga Brasil dan Copa Libertadores.

“Tidak ada kata lain selain kebanggaan. Tim telah memberikan segalanya, berjuang, dan mengerahkan seluruh kemampuan mereka di lapangan untuk menghormati seragam yang mereka kenakan, dan mereka telah menghormatinya. Sayang sekali harus berakhir seperti ini. Berakhir dengan rasa pahit.” ujar Jorginho, yang mencetak gol tunggal Flamengo dalam waktu normal, dikutip dari ESPN.

Setelah ini, kedua tim memiliki jadwal yang cukup berbeda. PSG kembali pulang ke Prancis, dimana mereka akan memulai partisipasinya di Coupe de France dengan menghadapi Vendee Fontenay Foot.

Sementara itu, dengan Liga Brasil yang kini telah berakhir, Flamengo memiliki waktu liburan hingga Januari mendatang.

Flamengo akan membuka 2026 dengan sebuah pertandingan melawan Bangu, dalam laga pertama Campeonato Carioca, kompetisi sepakbola di negara bagian Rio de Janeiro. (VT)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *