Rio de Janeiro, Brasil – Stadion legendaris Maracana menjadi panggung leg kedua final Copa do Brasil, yang melibatkan Vasco da Gama dan Corinthians.
Usai mengakhiri leg pertama dengan skor kacamata, kedua tim tersebut tentunya mengerahkan segala kemampuan mereka untuk mengamankan gelar juara turnamen ini.
Kontes yang diwarnai oleh atmosfer elektrik tersebut pada akhirnya dimenangkan oleh Corinthians, yang merebut kemenangan sengit 2-1.
Laga ini dimulai selayaknya seperti pertandingan final. Vasco menguasai tempo permainan dalam periode awal, selagi Corinthians memiliki kesulitan untuk menciptakan kesempatan di daerah lapangan Vasco.
Akan tetapi, dominasi Vasco tidak bertahan lama. Corinthians secara perlahan mengambil alih penguasaan bola dan tidak lama kemudian, sukses merebut keunggulan terlebih dahulu.
- Menit 18: Papan skor dalam laga ini dibuka oleh Yuri Alberto, yang tidak menyia-yiakan umpan Matheuzinho dan berhasil menemukan jaring gawang dengan tendangan tumit kakinya.
Atmosfer di tengah lapangan menjadi semakin panas usai gol tersebut. Corinthians memanfaatkan permainan bola jauh untuk menggandakan keunggulannya, selagi Vasco menekan lawan mereka dari bagian sayap.
Pada akhirnya, persaingan ketat tersebut dimenangkan oleh Vasco, yang berhasil mengejar ketertinggalannya dalam penghujung babak pertama.
- Menit 41: Andres Gomez menyajikan sebuah umpan matang menuju posisi tiang jauh, yang disambut dengan sempurna oleh sundulan Nuno Moreira.
Didampingi oleh atmosfer yang cukup menegangkan, kedua kubu memasuki jeda turun minum dengan kedudukan imbang.

Babak kedua pertandingan ini dimulai dengan tempo yang cukup tinggi. Demi merebut keunggulan skor, Vasco dan Corinthians langsung tancap gas dan bahkan memiliki beberapa kesempatan besar yang hampir tuntas menjadi gol.
Kedua tim tersebut menunjukkan intensitas tinggi di tengah lapangan, dan lantas, kontes ini berubah menjadi permainan fisik yang semakin memanaskan atmosfer laga.
Usai melewati satu jam pertandingan, Corinthians sukses menempatkan dirinya di hadapan Vasco untuk kedua kalinya.
- Menit 63: Memphis Depay mengukir sebuah gol yang menjadi penentu kemenangan Corinthians.
- Alberto melesat dari bagian sayap kanan dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Leonardo. Meskipun memiliki kesempatan tembakan, Alberto justru mengoper bola kepada Depay, yang berada di posisi manis dan tanpa masalah, mengarahkan bola ke dalam gawang kosong.
Setelah gol tersebut, Vasco kembali mengendalikan tempo permainan. Corinthians, yang telah mendapat pelajarannya, kini bermain dengan lebih waspada.
Corinthians tidak memiliki banyak kesempatan di depan gawang Vasco dan kini fokus mempertahankan dirinya dari tekanan tinggi Vasco. Corinthians menciptakan banyak masalah bagi Vasco, yang memiliki banyak kesulitan untuk membongkar pertahanan lawan mereka.
Vasco terus bermain dengan ganas, namun, hingga penutupan pertandingan, mereka tidak mampu mengejar ketertinggalannya.
Lantas, pada akhirnya, Corinthians keluar sebagai pemenang pertemuan ini, dan mengamankan gelar juara Copa do Brasil keempat dalam seluruh sejarahnya.
Dalam sekilas mata, stadion Maracana langsung diguncang oleh selebrasi meriah Corinthians dan para pendukung setia mereka.
“Ini pertandingan yang sangat sulit, Vasco bermain sangat baik. Banyak kerja keras, berlari, dan menderita.” ujar Memphis Depay, yang mencetak gol penentu kemenangan Corinthians, kepada TV Globo.
“Corinthians adalah tim yang sangat besar. Saya bangga dengan para pemain.”
Berkat prestasi tersebut, Corinthians, yang mengakhiri Liga Brasil musim ini di posisi ke-13, berhasil mengamankan kursi di babak grup Copa Libertadores musim depan.
Selain itu, Corinthians akan bertanding di ajang Supercopa do Brasil, dimana mereka berhadapan melawan juara Liga Brasil, Flamengo.
Sebuah penutupan yang sangat sempurna bagi Corinthians menjelang tahun baru.
Usai merayakan prestasinya dan menikmati masa liburannya, Corinthians akan kembali bertanding untuk mempertahankan gelar juara bertahan di kompetisi sepak bola Sao Paulo, Campeonato Paulista.
Lawan pertama Corinthians, dalam laga yang akan digelar pada Januari mendatang, adalah Ponte Preta. (VT)
Baca juga :





