Pemerintah Cetak Gen Z Jadi Raja Digital

Program Gig Economy Sasar 3.000 Peserta Bulanan

Sleman — Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian resmi meluncurkan program pelatihan Gig Economy di Kabupaten Sleman, DIY, sejak Kamis (15/1/2026).

Inisiatif ini dirancang untuk membekali 74 juta jiwa Gen Z Indonesia agar mampu menguasai pasar kerja digital dan menjadi motor penggerak ekonomi baru.

Langkah strategis ini diambil sebagai respon atas pesatnya pertumbuhan industri kreatif digital, mulai dari konten kreatif, gim, hingga kecerdasan buatan (AI).

Sektor-sektor ini kini menjadi wajah baru perekonomian nasional yang berkontribusi nyata pada penciptaan lapangan kerja dan daya saing bangsa di kancah global.

Jalan Pintas Menuju Kemajuan

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga sumber pertumbuhan baru.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital, Ali Murtopo Simbolon-Foto:Dok. Kemko Perekonomian RI

Sektor digital, terutama AI, diprediksi dapat menyumbang hingga 20% bagi kemajuan ekonomi nasional, melampaui pertumbuhan sektor konvensional.

“Jadi digital ini adalah sektor pertumbuhan yang saat ini kita bisa jalan bersama. Sektor digital, khususnya di AI nanti itu, bisa menyumbang pertumbuhan sampai 20% untuk kemajuan perekonomian,” ujar Ali Murtopo saat membuka acara pelatihan tersebut.

Ada beberapa alasan mengapa transformasi ini menjadi sangat mendesak bagi anak muda:

  • Bonus Demografi: Populasi Gen Z yang masif perlu kanal produktif agar tidak menjadi beban sosial.
  • Kesenjangan Keterampilan: Kebutuhan industri saat ini sangat dinamis dan membutuhkan keahlian teknis yang tidak selalu didapat di sekolah formal.
  • Inklusivitas: Ekonomi digital memungkinkan siapa saja, dari mana saja, untuk berpartisipasi dalam pasar global secara virtual.

Melalui Paket Kebijakan Ekonomi (PKE) 2025, pemerintah menargetkan program pelatihan ini menjangkau 15 kota di Indonesia.

Skalanya pun ditingkatkan secara signifikan dari yang semula hanya ratusan peserta menjadi ribuan setiap bulannya.

Pelatihan Dipenuhi Para Gen Z Yogyakarta-Foto: Dok. Kemenko Perekonomian RI

“Harapan kita ini akan ditargetkan di 15 kota. Kita targetkan sebanyak 3.000 peserta dalam satu bulan,” ungkap Ali.

Pilot project program ini sendiri telah sukses dilaksanakan di Jakarta pada akhir tahun lalu sebagai tahap awal penguatan ekosistem.

Selain pelatihan teknis, pemerintah juga menyiapkan wadah bagi para inovator muda melalui AI Open Innovation Challenge.

Program yang akan diluncurkan pada Februari 2026 ini bertujuan untuk menjaring bakat (talent pool) dan ide-ide brilian (idea pool) dari seluruh penjuru negeri.

Manusia di Balik Kecerdasan Buatan

Menariknya, pemerintah menegaskan bahwa kemajuan AI tidak akan menghapus peran tenaga kerja manusia.

salah satu perserta memperagakan Karyanya-Foto:Dok. Kenko Perekonomian RI

Ali menekankan bahwa struktur data yang menjadi fondasi solusi AI tetap membutuhkan sentuhan dan logika manusia untuk diolah secara presisi.

Pelatihan di DIY ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga  Sabtu (17/01/2026).

Selain mendapatkan materi teknis, para peserta juga dilibatkan dalam diskusi interaktif untuk memetakan tantangan dan peluang nyata di industri gig economy yang kian kompetitif.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *