Davos, Swiss – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mencetak langkah strategis dalam kunjungan kerjanya di World Economic Forum (WEF) 2026, Swiss, yang berlangsung sejak kamis hingga jumat (19-23/1.2026) .
Sejumlah raksasa teknologi dunia seperti Nvidia, Amazon Web Service (AWS), Crowdstrike, hingga Cloudflare menyatakan ketertarikan kuat untuk menanamkan modal di sektor ekonomi digital Indonesia.
Langkah ini menjadi bagian dari agenda utama Presiden Prabowo untuk memperkenalkan konsep ekonomi “pertumbuhan berbasis produktivitas” di hadapan para pemimpin dunia.
Di bawah suhu dingin Davos, Presiden menegaskan bahwa stabilitas politik Indonesia adalah modal utama untuk menarik investor global masuk ke tanah air.

“Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,” tegas Presiden Prabowo dalam sesi Special Address di Davos Congress Center.
Fokus pada Kedaulatan Digital
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mendampingi Presiden, bergerak cepat dengan menggelar pertemuan intensif bersama pimpinan perusahaan digital asal Amerika Serikat di Indonesia Pavilion. Dialog ini merupakan tindak lanjut dari perundingan tarif antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Potensi investasi di RI:
- Pembangunan Data Center: Rencana ekspansi infrastruktur komputasi awan oleh Amazon Web Service.
- Keamanan Siber: Penjajakan kerja sama proteksi data digital bersama Crowdstrike dan Cloudflare.
- Teknologi AI: Potensi pengembangan ekosistem kecerdasan buatan melalui teknologi Nvidia.
- Pengembangan KEK: Peran Nongsa Digital Park di Batam sebagai pusat pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) digital.
Airlangga menjelaskan bahwa visi Presiden sangat jelas: kebijakan sosial harus mampu meningkatkan produktivitas masyarakat, yang pada akhirnya memicu pertumbuhan ekonomi nasional.
“Bapak Presiden menegaskan program ekonomi prioritas yang pro rakyat dengan mendorong kolaborasi pemerintah dan dunia usaha,” ujar Menko Airlangga.
Selain sektor teknologi, delegasi Indonesia juga memperluas jejaring investasi ke Timur Tengah. Menko Airlangga bertemu dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh, guna membahas peluang investasi strategis di Kerajaan Hashemite Yordania.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani serta CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir. Fokus pembicaraan adalah menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund.
Dalam rombongan besar ini, hadir pula jajaran Kabinet Merah Putih lainnya seperti Menteri Luar Negeri, Menteri Komunikasi dan Digitalisasi, serta Menteri Kelautan dan Perikanan, guna memastikan setiap kesepakatan di Davos dapat segera diimplementasikan di dalam negeri.(NR)





