Milan, Italia – Pertemuan AC Milan dengan Como dalam laga Serie A pada Kamis (19/02/26) diwarnai oleh atmosfer panas tidak hanya di tengah lapangan, tetapi juga di bangku cadangan.
Rossoneri, yang masih bekerja keras mengejar Inter Milan di puncak klasemen, membidik tiga poin krusial yang diharapkan mampu mempermudah upayanya.
Sayangnya, yang diterima oleh Milan dalam pertemuan kali ini bukanlah kejayaan manis, tetapi sebuah hasil mengecewakan, setelah mereka ditahan imbang 1-1 oleh Como.
Tempo permainan mulai hidup tidak lama sebelum setengah jam waktu pertandingan, ketika serangan Mergim Vojvoda berhasil menemukan jaring gawang Milan. Untungnya bagi sang tuan rumah, gol tersebut dianulir akibat offside.
Akan tetapi, momen tersebut sekedar merupakan awal maut Milan. Beberapa menit kemudian, Como kembali menggetarkan gawang Rossoneri dan kali ini, keberuntungan berpihak dengan para pendatang.
- 32’: Gol pertama Como datang dari sebuah blunder memalukan kiper Milan, Mike Maignan.
- Maignan maju mencari target umpannya, akan tetapi, ia tidak sadar bahwa Nico Paz berada dekat di daerah berbahaya.
- Lantas, ketika sang kiper melepaskan operannya, bola tersebut langsung dicegat oleh Paz, yang tanpa banyak masalah menghantam gawang kosong Rossoneri.
Kesalahan pahit tersebut menjadi pelajaran keras bagi Milan, yang mulai dari sini meningkatkan ritmenya. Rossoneri tidak mampu menyamakan kedudukan sebelum jeda turun minum, namun setidaknya, mereka kini bermain dengan tempo yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode awal laga.
Milan tidak membuang waktu sejak kick off babak kedua dan langsung menekan Como. Akhirnya, usai satu jam pertandingan, Milan melepaskan nafas lega dan sukses menyamakan kedudukan skor kedua tim.
- 64’: Rafael Leao, yang selama ini selalu ditahan oleh Jean Butez, pada akhirnya berhasil menaklukkan sang kiper setelah ia melambungkan tendangannya melewati kepala Butez.

Mulai dari sini, Milan menemukan ritme sempurna dan memiliki beberapa kesempatan bagus yang hampir meruntuhkan tembok Como untuk kedua kalinya.
Tetapi, dalam sisa waktu pertandingan, satu-satunya aksi yang mengundang perhatian para penonton bukanlah gol dari kedua kubu, melainkan sebuah insiden panas di sisi lapangan.
Pada menit ke-80, pelatih Milan, Massimiliano Allegri, dihukum dengan kartu merah setelah ia bertengkar dengan staf Como. Insiden tersebut dipicu setelah bos Como, Cesc Fabregas, menerobos garis lapangan dan menarik baju Alexis Saelemaekers selagi pertandingan masih berjalan.
Baik Milan maupun Como menghabiskan 30 menit terakhir waktu pertandingan menggempur tembok lawannya. Namun pada akhirnya, kedua tim tersebut gagal memecahkan kebuntuan skor dan harus puas saling berbagi satu poin.
Akibat hasil imbang tersebut, upaya Milan untuk mengejar rivalnya, Inter Milan, kini semakin berat.
Untuk saat ini, Rossoneri masih menempati posisi kedua di papan klasemen dan kini tertinggal tujuh poin di belakang Inter.
Meskipun demikian, pelatih Milan, Massimiliano Allegri, tetap menjaga pandangan positif ketika ia berbicara dengan DAZN Italia usai pertandingan.
“Kesalahan bisa terjadi, tim bereaksi dengan baik dan bisa memanfaatkan lebih banyak peluang yang kami ciptakan. Kami telah mendapatkan satu poin dari Juventus, Napoli, dan Roma, jadi kami hanya perlu fokus untuk kembali ke jalur kemenangan melawan Parma akhir pekan ini.”
Allegri juga sempat berbicara mengenai insiden kartu merahnya.
“Saya rasa ada pelanggaran terhadap (Alexis) Saelemaekers yang sedang melakukan serangan balik, dia ditarik, saya rasa oleh (Cesc) Fabregas.” ujar Allegri.
“Saelemaekers bereaksi dengan marah, saya pergi ke sana mencoba membela pemain saya,”
Sementara itu, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengungkapkan perannya dalam insiden tersebut dan langsung memberikan permintaan maaf dalam jumpa pers pasca pertandingan.
“Pertama-tama, saya ingin meminta maaf. Saya melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan, dan itu tidak sportif. Kita harus menjaga diri kita sendiri, seperti yang dikatakan (pelatih Inter Milan) Chivu beberapa hari yang lalu, terutama para pelatih,” ucap Fabregas kepada DAZN Italia.
Como sendiri kehilangan kesempatannya untuk memotong jarak mereka dengan Juventus, dan kini masih terjebak di posisi keenam di papan klasemen.
Namun, Como memiliki kesempatan kedua untuk mengejar si Nyonya Tua dalam pertandingan berikutnya, dimana mereka akan berkunjung menuju kandang Bianconeri.
Disisi lain, Milan untuk kedua kalinya secara beruntun akan memainkan peran tuan rumah. Kali ini, Rossoneri akan dikunjungi oleh Parma. (VT)
Hasil Lainnya Serie A
- Cagliari 0-2 Lecce
Baca juga :





