Jakarta – Bagi jutaan umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadan, transisi pola makan seringkali menghadirkan tantangan tersendiri, terutama bagi para pencinta kopi.
Mengingat sifat kafein yang diuretik, pengaturan waktu konsumsi menjadi krusial untuk mencegah dehidrasi dan gangguan tidur selama bulan suci.
Melansir laporan dari The Caphe Vietnam, kunci utama menjaga kebugaran adalah dengan melakukan moderasi dan penyesuaian jadwal.
Kafein yang dikonsumsi saat sahur atau berbuka dapat memengaruhi metabolisme tubuh secara signifikan jika tidak dibarengi dengan strategi yang tepat.
Transisi & Pengaturan Waktu
Para ahli kesehatan menyarankan agar konsumsi kafein tidak dilakukan secara mendadak dalam jumlah besar saat waktu berbuka.
Tekanan darah dan detak jantung dapat berfluktuasi jika tubuh yang sedang kosong langsung menerima stimulan yang kuat.
Sangat disarankan untuk mengonsumsi kopi setidaknya satu hingga dua jam setelah makan berbuka agar lambung memiliki waktu untuk beradaptasi.
Sementara itu, saat sahur, disarankan untuk memilih kopi dengan kadar asam yang rendah atau porsi yang lebih kecil guna menghindari efek dehidrasi di siang hari.
Keseimbangan Hidrasi
“Penting bagi konsumen untuk menyeimbangkan satu cangkir kopi dengan setidaknya dua gelas air putih tambahan,” tulis ulasan dalam The Caphe Vietnam.
Langkah ini diambil untuk memitigasi efek kehilangan cairan akibat sifat kafein yang mendorong produksi urine.
Selain faktor hidrasi, kualitas tidur juga menjadi perhatian utama. Mengonsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur malam dapat mengganggu ritme sirkadian, yang pada akhirnya membuat tubuh terasa lebih lemas saat menjalani puasa di keesokan harinya.
Buat Kamu yang sensitif terhadap kafein, opsi decaf atau mencampurkan kopi dengan susu (seperti gaya kopi Vietnam yang khas) dapat menjadi solusi untuk mengurangi intensitas kafein yang masuk ke sistem pencernaan.
Penggunaan pemanis alami juga lebih dianjurkan daripada gula rafinasi untuk mencegah lonjakan energi yang singkat namun diikuti oleh rasa lelah yang ekstrem (sugar crash).
Dengan mengikuti panduan yang terukur, para penikmat kopi tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan optimal tanpa harus mengorbankan rutinitas pagi atau kenyamanan fisik mereka.(NR)





