Iran Isyaratkan Mundur dari Piala Dunia 2026

Serangan militer & kendala visa paksa Iran Mundur Di Piala Dunia.

Teheran – Partisipasi Tim Nasional Iran dalam putaran final Piala Dunia 2026 kini berada dalam ketidakpastian tinggi.

Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat telah menciptakan hambatan logistik dan diplomatik yang signifikan bagi skuad berjuluk Team Melli tersebut.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, menyatakan keraguan mendalam mengenai kemampuan timnya untuk berlaga di Amerika Serikat pada Juni mendatang.

Situasi keamanan yang memburuk pasca serangan udara baru-baru ini di kawasan tersebut telah mengalihkan fokus dari persiapan olahraga menuju prioritas keselamatan nasional.

“Setelah rangkaian serangan ini, kami tidak bisa diharapkan untuk menatap Piala Dunia dengan optimisme penuh,” ujar Mehdi Taj dalam wawancaranya dengan portal olahraga Varzesh3.

Ia menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai partisipasi ini berada di tangan otoritas tertinggi negara.

Tembok Administratif dan Keamanan

Berdasarkan jadwal resmi FIFA, Iran tergabung dalam Grup G dan dijadwalkan menghadapi Selandia Baru serta Belgia di Los Angeles, disusul laga melawan Mesir di Seattle.

Foto: Dok. FIFA

Namun, status Amerika Serikat sebagai salah satu aktor dalam konflik tersebut memicu kekhawatiran terkait pemberian visa dan jaminan keamanan bagi delegasi Iran.

Ketegangan ini semakin kompleks menyusul laporan mengenai kondisi internal kepemimpinan di Teheran.

Dr. Sanam Vakil, Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House, menilai situasi ini sebagai fase kritis.

“Bagi Teheran, ini adalah tahap konflik eksistensial. Kecil kemungkinan situasi ini akan mereda dalam waktu singkat,” ungkapnya.

Krisis ini telah memicu efek domino pada kalender olahraga di kawasan Timur Tengah:

  • Kriket: Pembatalan laga England Lions vs Pakistan Shaheens di Abu Dhabi.
  • Sepak Bola Domestik: Qatar Football Association (QFA) menangguhkan seluruh kompetisi tanpa batas waktu.
  • Liga Champions Asia: Penundaan laga-laga krusial oleh AFC, termasuk pertandingan antara klub Dubai, Shabab Al-Ahli, melawan wakil Iran, Tractor SC.

Respons FIFA dan Opsi Darurat

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menegaskan bahwa badan sepak bola dunia tersebut terus memantau situasi dengan saksama.

“Fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua pihak,” kata Grafstrom dalam pernyataan resminya yang dikutip langsung oleh BBC Sport.

Timna Iran Pada Piala Dunia Qatar 2022-Foto: Dok. FIFA

Meski demikian, pengamat internasional mulai berspekulasi mengenai potensi pengunduran diri Iran. Jika hal itu terjadi, FIFA kemungkinan harus mencari tim pengganti dari konfederasi Asia (AFC), dengan Irak atau Uni Emirat Arab muncul sebagai kandidat potensial berdasarkan peringkat kualifikasi.

Nick McGeehan, peneliti dari lembaga hak asasi manusia FairSquare, menyoroti dilema yang dihadapi penyelenggara.

Ia mencatat adanya ironi besar ketika negara tuan rumah terlibat dalam konflik militer dengan salah satu kontestan hanya beberapa bulan sebelum turnamen dimulai.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *