Roma, Italia – Sepakbola Italia baru saja mempertontonkan mengapa mereka disebut sebagai rumah dari drama tak berujung.
Di bawah sorot lampu Stadio Olimpico yang megah, Bologna berhasil membungkam publik tuan rumah AS Roma dengan skor tipis 4-3 (Agregat 5-4) dalam babak 16 besar UEFA Europa League, Jumat (20/03/26) dinihari.
Kemenangan ini memastikan langkah Rossoblu ke babak perempat final, untuk menantang wakil Inggris, Aston Villa.
Ketika Taktik Bertemu Emosi
Pertandingan dimulai dengan kejutan buruk bagi Roma. Baru 18 menit berjalan, mereka harus kehilangan Manu Kone yang kembali didera cedera otot. Kehilangan ini seolah menjadi pertanda awal petaka.
- Jonathan Rowe membuka keunggulan Bologna di menit ke-22 lewat tembakan roket yang tak mampu dibendung Svilar.
- Roma sempat memberi harapan saat Evan Ndicka menyamakan kedudukan lewat sundulan maut di menit ke-32.
- Namun, kecerobohan El Shaarawy yang menjatuhkan Zortea di kotak terlarang membuat Federico Bernardeschi kembali membawa Bologna unggul lewat titik putih tepat sebelum turun minum.
Kebangkitan Roma Sia-Sia

Memasuki babak kedua, intensitas laga tidak menurun sedikit pun. Bologna sempat menjauh 3-1 melalui aksi Santiago Castro.
Di sinilah karakter Roma diuji, mereka menolak menyerah. Lewat penalti Donyell Malen (69′) dan gol cantik Lorenzo Pellegrini di menit ke-80, skor berubah menjadi 3-3, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan waktu.
- Namun, sejarah berpihak pada efisiensi. Di menit ke-111, sebuah kerja sama segitiga antara Dallinga dan Nicolo Cambiaghi menyudahi perlawanan sengit tuan rumah.
- Cambiaghi dengan tenang menaklukkan Svilar, sekaligus membungkam ribuan suporter Roma di Curva Sud yang tadinya begitu bersemangat. Skor akhir 4-3 untuk Bologna (agregat 5-4).
Statistik menunjukkan bahwa kelelahan fisik menjadi faktor penentu di babak perpanjangan waktu. Roma yang pincang tanpa pilar utamanya harus mengakui keunggulan rotasi dan kesegaran pemain depan Bologna.
Bagi para penggemar Giallorossi, ini adalah laga yang menyakitkan namun penuh kebanggaan melihat timnya berjuang hingga detik terakhir.
Sementara bagi Bologna, Aston Villa sudah menunggu di depan mata, sebuah tantangan yang lebih besar di panggung Eropa. (*)
Baca juga :





