Jakarta – Indonesia mencatatkan sejarah baru dalam pergerakan massa tahunan.
Hingga H-1 Lebaran atau Jumat (20/03/26), sebanyak 10.003.583 orang dilaporkan telah bergerak meninggalkan domisili mereka menggunakan berbagai moda angkutan umum.
Angka fantastis ini menunjukkan lonjakan signifikan sebesar 9,23%, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Berdasarkan data Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026, titik didih mobilisasi masyarakat terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3).
Pada hari tersebut, jutaan orang seakan “tumpah” secara bersamaan ke pelabuhan, stasiun, hingga bandara, menciptakan fenomena multimoda yang jauh lebih terintegrasi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Moda Transportasi Paling “Sibuk”
Jika tahun lalu kendaraan pribadi mendominasi perbincangan, tahun ini angkutan umum menunjukkan taringnya dengan distribusi yang hampir merata di setiap lini.
Pola mudik tahun ini menunjukkan pergeseran menarik. Berikut adalah rincian kumulatif penumpang (H-8 s/d H-1):
- Kereta Api (Juara Pertumbuhan): Menampung 2.981.945 orang, naik tajam 13,22%.
- Penyeberangan (Favorit H-3): Mencatat 2.482.303 penumpang, naik 14,78%.
- Angkutan Udara: Melayani 2.190.282 penumpang (Domestik & Internasional).
- Angkutan Darat (Bus & Travel): Mengangkut 1.587.060 orang.
- Angkutan Laut: Tercatat sebanyak 761.993 penumpang.
Ketepatan Waktu di Tengah Kepungan Massa

Meski jumlah penumpang meledak, Kementerian Perhubungan melaporkan kinerja ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang cukup impresif pada H-1.
Sektor perkeretaapian tetap menjadi yang paling disiplin dengan angka mendekati sempurna.
“Pola pergerakan tahun ini menunjukkan kecenderungan multimoda yang semakin kuat. Mobilitas masyarakat semakin tersebar dan tidak terfokus pada satu moda saja,” ujar Ernita Titis Dewi, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub dalam Siaran Pers Resmi.
Data OTP (On Time Performance/Ketepatan Waktu)H-1 menunjukkan:
- KA Antarkota: 98,20%
- Angkutan Laut: 95,70%
- Udara Domestik: 85,79%
- Penyeberangan: 63,19% (Menjadi tantangan terbesar akibat kepadatan di pelabuhan).
Puncak Arus Balik 24 Maret
Pemerintah kini mulai mengalihkan fokus pada manajemen arus balik. Berdasarkan prediksi sistem, gelombang besar masyarakat yang kembali ke kota diperkirakan akan mencapai puncaknya pada H+3 atau Selasa, 24 Maret 2026.
Masyarakat sangat diimbau untuk tidak pulang secara bersamaan pada tanggal tersebut, guna menghindari stagnasi di jalan tol maupun simpul transportasi.
Titis mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan kendaraan, sebelum bertarung dengan kemacetan di arus balik nanti.
Kepatuhan terhadap arahan petugas di 1.560 titik pantau, menjadi kunci agar kemenangan Idulfitri tidak ternoda oleh insiden di jalan raya. (NR)





