Merak – Belum sempat kering keringat usai puncak arus mudik, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi langsung tancap gas.
Bertempat di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Merak, sang Menteri mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan untuk sebuah misi krusial.
Yaitu mencegah “horor” antrean di lintas penyeberangan Sumatra-Jawa saat puncak arus balik yang diprediksi jatuh pada 24 Maret mendatang.
Strategi kali ini bukan sekadar rencana di atas kertas. Menhub Dudy menginstruksikan skenario yang lebih adaptif dan responsif.
“Fokus kita saat ini adalah memastikan arus balik dikelola lebih baik, dengan respons cepat dan strategi yang lebih matang,” tegasnya di depan jajaran otoritas pelabuhan dan kepolisian.
Taktik “Zero Queue” & Drone Pemantau
Evaluasi dari arus mudik lalu menunjukkan bahwa mekanisme Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) baru optimal di 3-4 dermaga.
Menghadapi arus balik, Menhub tidak mau kompromi. Ia meminta mekanisme ini diperluas hingga 6 dermaga sekaligus jika terjadi lonjakan kendaraan secara tiba-tiba.
- Mata Langit (Drone): Penggunaan drone di wilayah Bakauheni diperkuat untuk memantau antrean secara real-time sehingga petugas bisa bertindak sebelum macet mengular.
- Satu NIK Satu Tiket: Tegas memerangi calo, sistem Ferizy kini mewajibkan satu NIK untuk satu tiket guna menjamin ketertiban dan keadilan.
- Zona Penyangga (Buffer Zone): Koordinasi dengan Korlantas Polri diperketat untuk menahan kendaraan di rest area melalui delaying system sebelum mencapai gerbang pelabuhan.
- Akses Alternatif: Jika Bakauheni lumpuh, Pelabuhan Panjang ke Krakatau Bandar Samudra (KBS) sudah siap dibuka sebagai jalur “darurat”.
“Setiap catatan selama arus mudik harus segera diperbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan,” ujar Menhub Dudy Purwagandhi.
Pantau Kondisi Jalan di Genggaman: Nusantara Hub

Bagi para pemudik yang khawatir akan informasi hoax atau kondisi jalan yang tidak pasti, Kementerian Perhubungan punya senjata baru: Nusantara Hub – Live Streaming.
Platform digital ini memungkinkan masyarakat melihat langsung kondisi lalu lintas di simpul-simpul transportasi utama secara aktual.
Melalui kanal resmi ini, masyarakat tidak lagi meraba-raba. Kondisi cuaca hingga kepadatan di dermaga bisa dipantau sebelum memutuskan untuk berangkat.
Hal ini diharapkan bisa memecah konsentrasi massa sehingga tidak semua orang bertumpuk di waktu yang sama.
Di akhir koordinasinya, Menhub Dudy mengingatkan satu hal yang tak bisa ditawar. Meski kelancaran adalah target, namun keselamatan adalah harga mati.
Seluruh strategi percepatan bongkar muat dan rekayasa lalu lintas, harus tetap mengacu pada standar keamanan transportasi yang ketat.
Dengan perencanaan yang matang dan pemanfaatan teknologi, perjalanan balik dari Pulau Sumatra menuju Jawa diharapkan tidak lagi menjadi momok, melainkan perjalanan pulang yang nyaman dan selamat sampai tujuan. (NR)





