Debut Manis Jeremy Monga Bersama Manchester City

Tolak Arsenal, Ingin Ikuti Jejak Eden Hazard

Seoul — Winger muda Jeremy Monga resmi melakoni debut perdananya berseragam Manchester City dalam laga uji coba pramusim melawan K-League XI di Stadion Seoul World Cup, Korea Selatan Rabu (5/8/2026) waktu setempat.

Pemain berusia 17 tahun itu masuk sebagai pemain pengganti dan tampil enerjik selama setengah jam di atas lapangan.

Meski sempat dikaitkan erat dengan kepindahan ke Arsenal, Monga akhirnya memilih hijrah ke Etihad Stadium dengan nilai transfer mencapai 10 juta poundsterling atau setara dengan Rp210 miliar dari Leicester City pada bursa transfer musim panas ini.

Dalam pertandingan tersebut, Manchester City sukses meraih kemenangan dengan skor 3-1 berkat gol-gol dari Rayan Ait-Nouri, Tijjani Reijnders, dan Divin Mubama yang tercipta hanya dalam kurun waktu 23 menit pertama.

Monga hampir mencetak gol debut impiannya, namun tendangan jarak dekatnya dianulir wasit akibat handball, sementara satu tembakan melengkung lainnya berhasil dimentahkan oleh penjaga gawang lawan.

Berikut adalah sejumlah fakta penting terkait perjalanan karier Jeremy Monga:

  • Rekor Debut: Monga merupakan pemain termuda ketiga yang pernah tampil di ajang Premier League, setelah mencatatkan debut di usia 15 tahun 287 hari saat Leicester City menghadapi Newcastle United pada April 2025.
  • Alasan Pindah: Keputusan menolak Arsenal didasari oleh faktor jalur pengembangan karier (pathway) dan prestasi klub yang konsisten berada di level tertinggi.
  • Karier Junior: Merupakan penggawa tim nasional Inggris U-19 yang telah mengoleksi 30 penampilan bersama Leicester City pada musim lalu sebelum klub tersebut mengalami degradasi ke League One.

Mengenai keputusannya meninggalkan Leicester City, Monga mengaku tetap bersyukur atas fondasi yang telah diberikan oleh klub pertamanya tersebut.

Ia menilai pengalaman tampil di divisi bawah memberikan pelajaran berharga karena para bek lawan bermain jauh lebih fisik dan tidak memberikan banyak ruang baginya.

“Ini adalah kompetisi yang sangat keras. Mereka lebih mengandalkan fisik dan tidak terlalu peduli dengan usia saya,” ungkap pemain kelahiran Coventry tersebut mengenai atmosfer liga domestik.

Sebagai penggemar berat Chelsea sejak kecil, Monga tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap legenda sepak bola Belgia, Eden Hazard.

Ia bertekad untuk meniru gaya permainan sang idola, terutama dalam hal kecepatan, kemampuan mendobrak pertahanan lawan, serta cara melindungi bola dari pengawalan ketat.

“Saya mengagumi kepiawaiannya dalam mengambil alih kendali permainan dan cara ia memanipulasi bola di lapangan,” pungkas Monga.

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *