Dortmund, Jerman – Serhou Guirassy, yang memainkan laga ke-100nya dalam seragam kuning Borussia Dortmund, mengalami malam yang sibuk ketika Die Borussen berhadapan melawan Villarreal dalam pertandingan UCL pada Rabu (09/09/26).
Guirassy merayakan pencapaiannya bersama Dortmund dengan mencetak brace, dan ironisnya, sebuah gol bunuh diri di nafas terakhir. Meskipun demikian, pemain asal Guinea tersebut memberikan penampilan cemerlang yang menuntun Die Borussen menuju hasil manis 3-2.
Dortmund dan Villarreal masing-masing membuka kontes kali ini dengan tempo ganas. Namun, walaupun tampil gigih di bagian depan, kedua tim belum bisa meruntuhkan pertahanan lawannya dan lantas menutup babak pertama dengan kedudukan kacamata.
- Kebuntuan skor baru dipecahkan pada menit ke-53, dalam sebuah momen menyakitkan yang tentunya ingin dilupakan oleh Villarreal.
- Upaya Renato Veiga untuk mencegat umpan silang Maximilian Beier justru mengigit timnya, setelah ia secara tidak sengaja mengarahkan bola ke dalam gawangnya sendiri.
Meskipun demikian, masih ada harapan bagi Villarreal untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Sang tamu tidak putus asa dan mulai mencari kesempatan untuk menyeimbangkan kedudukan skor.
- Untungnya bagi Villarreal, upaya mereka langsung terbayar pada menit ke-66, ketika tendangan sudut Georges Mikautadze dipandu ke dalam gawang Dortmund oleh sundulan Santiago Mourino.
Dortmund tidak membuang waktu dan langsung mencari peluang untuk mengembalikan keunggulannya. Tetapi, upaya terbaik Die Borussen yang masing-masing diciptakan oleh Beier, Joey Veerman, Fabio Silva gagal menghantam targetnya.

Ketika waktu pertandingan memasuki masa penutupan, kesempatan Dortmund untuk mengamankan tiga poin tampaknya menipis.
Tetapi, tepat pada menit ke-80, Guirassy menjadi pahlawan Die Borussen setelah ia kembali menempatkan tuan rumah di hadapan Villarreal.
- Dari sisi kanan kotak penalti, Silva menyajikan umpan matang yang dituntaskan dengan sempurna oleh Guirassy.
Pesta Guirassy belum selesai sampai di situ. Lima menit kemudian, Guirassy dipersembahkan dengan kesempatan emas dari titik putih setelah ia dilanggar oleh Mourino di daerah terlarang.
- Dengan nada dingin, Guirassy menuntaskan tugasnya sebagai algojo penalti dan mengantongi gol keduanya dalam pertemuan ini.
Kemenangan sepertinya sudah dikunci oleh Dortmund, namun dalam menit-menit terakhir pertandingan, pihak tuan rumah sempat menerima kekhawatiran ketika Guirassy menuntaskan “hattrick”nya.
- Guirassy mencatat gol ketiganya, yang kali ini justru menggetarkan gawang timnya.
- Kobel meninju tendangan bebas Pepe yang datang dari sisi kanan lapangan. Tetapi, bola liar sang kiper tetap berakhir di dalam gawangnya, usai memantul dari wajah Guirassy.
Bukan akhir yang sempurna bagi Guirassy, namun untungnya, Dortmund menjaga keunggulannya hingga detik terakhir.
Berkat hasil dramatis tersebut, Dortmund kini memiliki rekor kemenangan sempurna di semua kompetisi. Catatan ini tentunya dicapai berkat penampilan Serhou Guirassy, yang dipersembahkan dengan penghargaan Player of the Match.
“Saya meninggalkan lapangan dengan perasaan yang sangat baik dan, tentu saja, senang telah dinobatkan sebagai Player of the Match. Kami harus berjuang sampai akhir untuk tiga poin ini dan, dengan sedikit keberuntungan, kami berhasil.” Ujar Guirassy, sebagaimana dilansir dari UEFA.
Kemenangan tersebut jelas meningkatkan suasana dalam skuad Die Borussen, yang setelah ini harus menjaga momentum emasnya dalam pertandingan Bundesliga melawan Paderborn. (VT)
Baca juga :





