Madrid, Spanyol – Perjuangan Champions League Real Madrid dan Inter Milan masing-masing didahului oleh hasil yang cukup kontras di panggung domestik.
Sebelum pertemuannya dengan Nerazzurri pada Rabu (09/09/26), Los Blancos tanpa terduga ditundukkan oleh Real Betis. Kekalahan tersebut jelas memberi dorongan besar kepada Inter, yang menumbangkan Napoli dengan hasil dramatis sebelum penerbangannya menuju Madrid.
Sayangnya bagi Inter, keberuntungan mereka habis dalam pertemuan ini. Real Madrid, yang tentunya tidak ingin dipermalukan di kandangnya sendiri, keluar sebagai pemenang dengan kedudukan tipis 2-1.
Meskipun disambut oleh atmosfer panas Estadio Bernabeu, Inter membuka laga dengan penampilan tajam dalam menit-menit awal. Marcus Thuram, Hakan Calhanoglu, dan Lautaro Martinez masing-masing melepaskan serangan berbahaya yang memicu kewaspadaan Thibaut Courtois.
Akan tetapi, keunggulan pertama justru diambil oleh Real Madrid, yang memanfaatkan sebuah kesalahan fatal dari Nerrazzurri.
- Berkat blunder memalukan Yann Bisseck, yang tersandung selagi memegang bola, Brahim Diaz mendapat kesempatan emas untuk merebut penguasaan dan melepaskan umpan kepada Kylian Mbappe.
- Mbappe berada di posisi sempurna dalam lubang pertahanan Inter, dan ditengah kepanikan Nerazzurri, penyerang asal Prancis tersebut mampu memandu tembakannya melewati halauan Josep Martinez.
Inter tidak membuang waktu mencari kesempatan untuk memberikan balasannya. Namun pada menit ke-23, Nerazzurri lagi-lagi menciptakan kelalaian yang berujung ke gol kedua Real Madrid.
- Kali ini, Josep Martinez bertanggung jawab atas kebobolan timnya. Sang kiper, yang menerima bola dari Benjamin Pavard, lengah dan tidak memerhatikan wilayah sekelilingnya.
- Martinez tidak sadar bahwa Federico Valverde berlari ke arahnya, dan lantas, ia gagal menghentikan tekel Valverde, yang sukses mengarahkan bola ke dalam gawangnya.
Sebuah kesalahan memalukan dari Inter, terutama setelah mereka bermain cemerlang dalam awal laga. Namun, meskipun kini tertinggal 2-0 akibat ulahnya sendiri, Nerazzurri tetap memberikan perlawanan sengit di depan gawang Los Blancos.
Martinez sendiri tampaknya juga belajar dari kesalahannya. Berkat kiper asal Spanyol tersebut, Inter setidaknya mampu mencegah gol ketiga Real Madrid sebelum jeda turun minum.
Dalam babak kedua, Inter terus menciptakan masalah bagi sang tuan rumah. Courtois selalu diuji oleh lini serang Nerazzurri, sementara di sisi lain, Martinez bekerja keras menghentikan hujan serangan Los Blancos.

Pada menit ke-77, Inter mendapat harapan ketika Courtois pada akhirnya berhasil ditaklukkan oleh Carlos Augusto.
- Dengan reaksi kilat, Augusto menuntaskan umpan datar Lautaro Martinez yang datang dari tepi lapangan, selagi ia ditekan oleh Denzel Dumfries di tengah kotak penalti.
Dengan waktu pertandingan yang secara perlahan mendekati masa penutupan, Inter langsung meningkatkan tekanannya. Real Madrid lantas terdorong ke sisi belakang lapangan dan kini fokus mempertahankan keunggulannya.
Pasukan Nerazzurri mengerahkan segala kemampuannya, namun hingga peluit terakhir, mereka tidak mampu membobol gawang Courtois untuk kedua kalinya. Pada akhirnya, tiga poin tetap aman di tangan Real Madrid.
Berkat pertahanan kokohnya dan mungkin sedikit keberuntungan, Real Madrid keluar sebagai pemenang kontes ini. Sebuah awal positif bagi Los Blancos di musim baru UCL, yang tentunya juga menyembuhkan sakit hati mereka usai kekalahan sebelumnya di La Liga.
Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, bahkan menyerukan bahwa “hari ini (pertandingan) gila – itu bisa dengan mudah berakhir 7-6!”.
“Kami memiliki lini tengah yang habis, Inter membuat pergantian pemain sangat awal, dan saya tidak memiliki banyak pilihan untuk lini tengah.” Ujar Mourinho kepada Movistar. “Saya membuat perubahan ketika saya melihat para pemain berjuang, tetapi saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang hebat. Itu tentu saja tidak membosankan!”
Sementara itu, meskipun timnya gagal menarik comeback, pelatih Inter, Cristian Chivu, menjaga pandangan positif dan tetap percaya bahwa timnya akan terus berkembang dalam laga berikutnya.
“Kami masih memiliki tujuh pertandingan lagi di turnamen ini.” Ucap Chivu, dikutip dari UEFA. “Kami ingin mengambil ketiga poin di sini, tetapi kami pulang dengan kekalahan yang tidak layak. Kami kompetitif; kami ingin tumbuh, dan ambisi kami sangat tinggi. Kami hanya akan terus berusaha untuk meningkatkan!”
Setelah ini, kedua kubu tersebut kembali melanjutkan perjuangannya di panggung domestik.
Real Madrid dipersembahkan dengan kesempatan untuk kembali ke jalur kemenangan dalam pertemuannya dengan Rayo Vallecano. Sementara itu, rekor sempurna Inter di Serie A akan diuji oleh kedatangan Udinese. (VT)
Hasil Lainnya Champions League
- Lille 2-3 Real Betis
Baca juga :





