Gujarat, India – Awal dari perjalanan panjang menuju London berubah menjadi mimpi buruk pada Kamis (12/06/25) waktu India.
Pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI-171, membawa 242 orang dari Ahmedabad menuju London Gatwick, jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas.
Menurut data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24, sinyal terakhir pesawat diterima pada ketinggian 625 kaki (sekitar 190 meter) artinya, hanya dalam hitungan detik setelah tinggal landas, pesawat sudah kehilangan kendali.

Korban Jiwa: Tak Hanya di Udara, Juga di Darat
Menurut Kapolisian Ahmedabad, sebanyak 204 jenazah telah ditemukan sejauh ini. Namun, belum jelas berapa di antaranya adalah penumpang dan berapa yang merupakan korban di darat.
Tragedi ini menimpa kawasan pemukiman tenaga medis, sebagian besar korban jiwa ditemukan di sekitar akomodasi B.J. Medical College.

Divyansh Singh, Wakil Presiden Federation of All India Medical Association, menyatakan:
“Beberapa mahasiswa kedokteran tewas seketika di ruang makan. Kami masih mencari korban yang mungkin tertimbun reruntuhan. Sebagian luka-luka kritis.”
Air India mengonfirmasi rincian kewarga-negaraan penumpang :
- 169 Warga Negara India
- 53 Warga Inggris
- 7 Warga Portugal
- 1 Warga Kanada
Beberapa penumpang merupakan pelajar dan profesional medis yang hendak melanjutkan pendidikan atau pekerjaan di Inggris.
Keajaiban di Tengah Tragedi
Di tengah laporan ratusan korban jiwa, seorang penumpang bernama Vishwash Kumar Ramesh, warga negara Inggris yang duduk di kursi 11A, berhasil selamat dari maut.
Komisioner Polisi Ahmedabad, GS Malik mengatakan kepada kantor berita ANI bahwa ada satu orang yang selamat, yang duduk di kursi 11A dan sedang dirawat di rumah sakit serta masih dalam pengawasan medis.
Dalam manifest penerbangan yang dibagikan otoritas mencantumkan penumpang di kursi 11A bernama Vishwash Kumar Ramesh, seorang warga negara Inggris, sesuai dengan identitas korban selamat.
Media lokal India melaporkan bahwa mereka telah berhasil mewawancarai Vishwash di rumah sakit.

“Tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras dan kemudian pesawat jatuh. Semuanya terjadi begitu cepat,” jelas Vishwash Kumar Ramesh, singkat kepada media India.
Sementara seorang ibu di Ahmedabad juga menceritakan keajaiban kecil, yang membuatnya masih bisa memeluk putranya.
Anaknya, yang tinggal di salah satu asrama dokter, berhasil melompat dari jendela lantai dua dan selamat dari reruntuhan yang terbakar.
“Dia bilang asap tebal memenuhi kamar. Satu-satunya jalan adalah jendela. Dia meloncat, dan untungnya hanya luka ringan,” katanya kepada BBC India.

Ahli Keselamatan Penerbangan, John M. Cox mengatakan bahwa kemungkinan kesalahan konfigurasi pesawat menjadi salah satu titik awal penyelidikan.
Foto-foto awal menunjukkan bahwa flap dan slat pesawat mungkin tidak berada dalam posisi yang semestinya, yang menyebabkan pesawat gagal menghasilkan daya angkat yang cukup saat tinggal landas.
“Melihat posisi hidung pesawat yang naik, tetapi tetap turun ke bawah, itu menunjukkan kurangnya daya angkat,” ujar Cox kepada CNN Aviation.

Reaksi dunia setelah insiden ini:
- Pakistan, lewat Menlu Ishaq Dar, menyampaikan duka mendalam: “Belasungkawa atas hilangnya nyawa dalam tragedi ini. Simpati kami bersama keluarga korban.”
- Mantan PM Inggris, Rishi Sunak dan istrinya Akshata Murty menyatakan: “Kami sangat terkejut dan berduka. Ada ikatan istimewa antara Inggris dan India. Kami berdoa untuk semua keluarga yang berduka.”
- Raja Charles III juga mengeluarkan pernyataan resmi: “Kami berdoa untuk semua yang terdampak tragedi lintas negara ini. Kami menghargai upaya luar biasa dari petugas penyelamat.”
Saham Boeing Langsung Jatuh
Tragedi ini juga menghantam industri penerbangan global. Saham Boeing langsung anjlok 8% hanya beberapa jam setelah kecelakaan dilaporkan.
Sebelumnya, Boeing sempat bangkit dari krisis panjang pasca kecelakaan dua pesawat 737 Max beberapa tahun lalu.
Insiden ini terjadi hanya beberapa hari menjelang pembukaan Paris Air Show, di mana Boeing dan Airbus bersaing ketat mendapatkan pesanan global, seperti dilansir dari CNBC Market Data
Penyelidikan resmi akan dipimpin oleh otoritas India, namun Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) telah menyatakan akan mengirim tim teknis untuk membantu investigasi, sesuai perjanjian internasional penerbangan. (YA)
Baca juga :





