Presiden Prabowo dan PM Malaysia Anwar Ibrahim Sepakat Palestina Harus Merdeka!

Dari Gencatan Senjata Iran–Israel Hingga Konflik Myanmar: Indonesia & Malaysia Satukan Suara Serukan Perdamaian dan Kerjasama ASEAN

Jakarta – Pada Jumat (27/06/25), Istana Merdeka kembali menjadi saksi peristiwa bersejarah dalam dunia diplomasi Asia Tenggara.

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto dengan hangat menyambut sahabat lamanya, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim dalam sebuah pertemuan keakraban yang kaya makna strategis.

Dengan iring-iringan pasukan kehormatan dan sambutan meriah dari ribuan pelajar yang melambaikan bendera dua negara, suasana pertemuan tak ubahnya seremoni yang merayakan kedekatan dua bangsa serumpun.

Upacara penyambutan yang berlangsung meriah di halaman Istana Merdeka turut menambah khidmatnya pertemuan ini.

Dentuman 19 meriam kehormatan dan iringan lagu kebangsaan “Negaraku” serta “Indonesia Raya” menegaskan betapa pentingnya kunjungan ini secara simbolik dan diplomatik.

Kehadiran lebih dari 2.000 pelajar di sepanjang Jalan Medan Merdeka dengan bendera kecil di tangan mencerminkan sambutan rakyat yang hangat dan penuh harapan akan masa depan hubungan dua negara.

Namun, di balik kemeriahan itu, kedua pemimpin berdiskusi serius membahas isu-isu mendesak yang tengah menggetarkan panggung geopolitik global.

Mereka menegaskan bahwa persahabatan personal dapat menjadi fondasi kokoh bagi diplomasi tingkat tinggi.

Dari Palestina hingga Tantangan Regional

Pertemuan bilateral yang berlangsung di ruang kerja Presiden Prabowo tidak hanya menyoroti kerja sama lintas sektor, tetapi juga menandai kesamaan langkah Indonesia dan Malaysia dalam merespons isu-isu strategis dunia.

  • Konflik Iran-Israel: Kedua pemimpin menyambut baik adanya gencatan senjata antara Israel dan Iran, berharap perdamaian ini dapat langgeng dan berujung pada penyelesaian damai.
  • Dukungan Palestina: Prabowo dan Anwar secara tegas menegaskan dukungan penuh pada kemerdekaan Palestina dan pentingnya solusi dua negara (two-state solution) sebagai satu-satunya jalan keluar berkelanjutan dari konflik puluhan tahun tersebut.

“Indonesia dan Malaysia memandang perlu upaya kolektif global untuk mendorong penyelesaian konflik-konflik secara damai,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama.

Foto: Dok. Setpres

PM Malaysia, Anwar Ibrahim menyoroti pentingnya kekuatan domestik dan regional dalam menghadapi krisis internasional.

Ia menggarisbawahi bahwa kerja sama bilateral dan solidaritas ASEAN, adalah kunci utama menghadapi tantangan geopolitik masa kini.

“Kekuatan kita adalah kekuatan domestik, kekuatan bilateral, dan kekuatan ASEAN. Dan ini kita harus bina dengan semangat yang ada di kalangan pimpinan,” tegas Anwar.

Dalam kesempatan itu, PM Anwar juga menyampaikan penghargaan atas peran aktif Indonesia dalam penyelesaian krisis Myanmar yang masih menjadi luka terbuka di kawasan Asia Tenggara.

Pertemuan ini tak hanya menandai babak baru kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga memperkuat jembatan emosional dua pemimpin.

Presiden Prabowo secara terbuka menyebut Anwar sebagai “sahabat lama” yang telah terjalin selama hampir setengah abad.

“Pak Anwar Ibrahim bukan saja sahabat saya, tapi sahabat seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo.

Foto: Dok. Setpres

PM Anwar pun tak menutupi kehangatan persahabatannya dengan Presiden Indonesia tersebut. Ia bahkan menyebut kunjungan ini semula bersifat tidak resmi, namun berkembang menjadi pertemuan strategis tingkat tinggi.

“Demikianlah hubungan saya dengan saudara Prabowo ini. Masing-masing berusaha mendekatkan silaturahmi dan menunjukkan persahabatan yang setia selama hampir setengah abad,” ucap Anwar.

Pertemuan kali ini juga menjadi pemanasan menjelang pertemuan bilateral tahunan Indonesia–Malaysia yang dijadwalkan berlangsung bulan Juli mendatang.

Presiden Prabowo menyampaikan harapan agar berbagai isu teknis yang belum tuntas dapat dirampungkan dalam pertemuan tersebut.

“Masalah-masalah yang perlu diselesaikan secara teknis akan kita selesaikan pada saat itu,” kata Presiden Prabowo.

Pertemuan Prabowo–Anwar di Istana Merdeka memperlihatkan bagaimana diplomasi bukan hanya soal meja perundingan dan perjanjian tertulis.

Ketika dua pemimpin yang saling mengenal dan menghormati berbicara dari hati ke hati, diplomasi menjadi lebih dari sekadar formalitas—ia menjadi jembatan harapan dan penyemai perdamaian.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *