Beyonce Dikecam Netizen Gara Gara Kaos!

Tampil di Paris dengan Kaos Buffalo Soldiers, Beyoncé Tuai Protes Narasi “Musuh Perdamaian” Menyudutkan Warga Indian & Meksiko

Paris, Prancis – Di tengah euforia tur Cowboy Carter dan peringatan Juneteenth, Beyonce tiba-tiba menjadi sorotan. Tapi bukan karena penampilan panggungnya yang memukau, melainkan karena pilihan outfit-nya.

Sebuah kaos yang ia kenakan saat konser di Paris justru memicu kontroversi dan kritik keras dari publik, khususnya komunitas pribumi dan pengamat sejarah.

Kaos itu menampilkan gambar Buffalo Soldiers, pasukan kulit hitam dalam militer AS lengkap dengan narasi di punggungnya yang menyebut lawan mereka sebagai “musuh perdamaian, ketertiban, dan pemukiman: Indian yang suka perang, bandit, pencuri ternak, pembunuh bersenjata, penyelundup, penyusup, dan revolusioner Meksiko.

“Ini bukan sekadar fashion statement. Ini adalah penguatan narasi kolonial yang menyakiti komunitas Pribumi dan imigran,” ujar Chisom Okorafor, Kreator Konten dan Analis Budaya dikutip dari Associated Press (AP).

Buffalo Soldiers: Antara pahlawan dan penjajah

Foto : Dok. Yahoo
  • Dibentuk tahun 1866, terdiri dari mantan budak, orang kulit hitam bebas, dan veteran Perang Saudara.
  • Mereka dinilai berjasa dalam berbagai perang besar, tapi juga jadi bagian dari kampanye militer brutal terhadap warga Pribumi di masa ekspansi barat Amerika.

Dilansir dari AP News, Narasi di kaos Beyoncé dianggap menghapus konteks sejarah kekerasan:

  • Menyebut suku Indian dan revolusioner Meksiko sebagai “musuh perdamaian” dinilai sebagai bentuk reviktimisasi.
  • Kritik datang dari berbagai kalangan, termasuk akademisi, aktivis Pribumi, dan fans sendiri.

“Tidak ada cara progresif untuk merebut ulang sejarah kekaisaran Amerika di Barat. Kaos itu memberi pesan bahwa orang kulit hitam juga bisa mengambil untung dari kekerasan imperialisme,” tambah Okorafor.

“Beyoncé harus tahu bahwa fashion bisa membentuk narasi. Jangan jadikan simbol kolonialisme sebagai estetika,” ujar salah satu komentar fans di media sosial.

Hingga saat ini, pihak Beyonce belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait kontroversi ini. Kaos tersebut juga sempat dijual di situs resminya.

Beyoncé memang ikon budaya. Tapi menjadi ikon juga berarti punya tanggung jawab atas pesan yang disampaikan, termasuk melalui pilihan outfit.

Di era di mana Gen Z dan milenial makin sadar sejarah dan sensitivitas budaya, narasi yang keliru bisa berbalik jadi bumerang, bahkan bagi megabintang sekelas Queen Bey. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *