Australia – Di tengah luasnya perairan Laut Timor, sebuah pemandangan langka dan megah tengah tersaji.
Armada angkatan laut sekutu dengan dua kapal induk raksasa dari Amerika Serikat dan Inggris sebagai jantungnya, sedang beroperasi penuh.
Ini adalah bagian dari Latihan Talisman Sabre, manuver militer terbesar yang pernah diadakan di Australia, kini memasuki fase yang lebih intens.
Dilansir dari Royal Navy, sekitar 35.000 personel dari 19 negara ambil bagian dalam latihan berskala kolosal ini, yang tersebar di wilayah yang sangat luas, membentang dari Northern Territory hingga Queensland, dari Darwin hingga Brisbane.
Ini adalah unjuk kekuatan dan komitmen para sekutu untuk menjaga keamanan kolektif di kawasan Indo-Asia-Pasifik yang semakin strategis.
Dua Raksasa di Satu Perairan
Pusat perhatian utama dalam latihan ini adalah kehadiran dua kelompok tempur kapal induk yang bergabung di Laut Timor, perairan yang terletak di antara daratan Australia, Timor-Leste, dan Indonesia.
- HMS Prince of Wales, kapal induk terbaru dan terkemuka Angkatan Laut Kerajaan Inggris, memimpin UK Carrier Strike Group.
- USS George Washington (CVN 73), kapal induk kelas Nimitz milik Angkatan Laut AS, memimpin US Navy George Washington Carrier Strike Group.
Kedua kelompok tempur ini menyatukan kemampuan canggih dan kekuatan udara yang luar biasa, termasuk jet tempur F-35B Lightning milik kelompok udara HMS Prince of Wales.
Formasi kapal induk ganda ini bukan sekadar pamer kekuatan; ini adalah demonstrasi interoperabilitas dan kesiapan tempur yang menunjukkan betapa mulusnya koordinasi antar angkatan laut sekutu.
Berdasarkan laporan Royal Navy, dalam formasi kapal induk ganda ini, turut serta sejumlah kapal perang canggih dari berbagai negara:
- Dari Angkatan Laut AS:
- Kapal Induk kelas Nimitz USS George Washington (CVN 73)
- Kapal penjelajah berpeluru kendali kelas Ticonderoga USS Robert Smalls (CG 62)
- Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Shoup (DDG 86)
- Dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris:
- Kapal Induk kelas Queen Elizabeth HMS Prince of Wales (R09)
- Kapal perusak pertahanan udara kelas Daring HMS Dauntless (D33)
- Frigat kelas Duke HMS Richmond (F239) (perhatikan ada perbedaan dari laporan pertama, ada penambahan di laporan kedua)
- Kapal tanker Royal Fleet Auxiliary kelas Tide RFA Tidespring (A136)
- Dari Angkatan Laut Australia:
- Kapal perusak perang udara kelas Hobart HMAS Sydney (DDG 42)
- Dari Angkatan Laut Norwegia:
- Frigat kelas Fridtjof Nansen HNoMS Roald Amundsen (F311)
- Dari Angkatan Laut Kanada:
- Frigat kelas Halifax HMCS Ville de Québec (FFH 332)
Daftar kapal ini menunjukkan skala latihan yang luar biasa, melibatkan berbagai aset militer laut paling canggih dari negara-negara partisipan.

Seluruh Matra Militer Inggris Ikut
Latihan Talisman Sabre 2025 tidak hanya melibatkan angkatan laut. Menurut Royal Navy, ketiga matra Angkatan Bersenjata Inggris turut serta secara aktif:
- Selain Kelompok Tempur Kapal Induk, Pasukan Komando Inggris akan terlibat secara masif sepanjang latihan.
- Sebuah Batalyon Ranger dari Angkatan Darat juga ambil bagian.
- Pesawat RAF Voyager mendukung operasi udara.
- Tak hanya itu, spesialis dari Komando Luar Angkasa, ahli siber dan peperangan elektronik, serta tenaga medis militer juga telah dikerahkan ke Australia.
Kelompok tugas yang dipimpin HMS Prince of Wales dengan jet F-35B Lightning, helikopter Merlin, dan Wildcat-nya, berpatroli di perairan lepas pantai utara Australia.
Bersamaan itu, serbuan amfibi dilakukan di Queensland utara dan Shoalwater Bay, sekitar 400 mil di utara Brisbane.
Pesawat Angkatan Laut AS, yang tergabung dalam Carrier Air Wing (CVW) 5, terbang di atas Kelompok Tempur Kapal Induk USS George Washington, menunjukkan superioritas udara yang menjadi bagian integral dari operasi gabungan ini.
Talisman Sabre adalah latihan militer bilateral terbesar antara Australia dan Amerika Serikat.
Tujuannya adalah memajukan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dengan memperkuat hubungan dan interoperabilitas di antara sekutu dan mitra utama.
Ini juga untuk meningkatkan kemampuan kolektif dalam menanggapi berbagai kekhawatiran keamanan potensial di kawasan ini.
Dengan dentuman mesin jet dan auman kapal perang, Latihan Talisman Sabre 2025 menjadi bukti nyata kolaborasi militer internasional.
Di tengah dinamika geopolitik global, kehadiran kekuatan sekutu sebesar ini di Laut Timor mengirimkan pesan yang jelas: komitmen terhadap stabilitas dan keamanan regional adalah prioritas utama. (NR)





