Presiden Prabowo Gerak Cepat: KEK Jadi Magnet Rp90 Triliun Investasi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah terhadap akselerasi pembangunan KEK yang terbukti sukses melampaui target investasi dan serapan tenaga kerja sepanjang 2024.

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ditemani Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, serta perwakilan KEK dari seluruh Indonesia yang hadir secara fisik dan virtual, rapat tersebut menjadi sorotan penting atas kinerja pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi strategis.

Dalam rapat yang berlangsung secara hybrid ini, pemerintah menyoroti pencapaian besar dari KEK selama tahun 2024. Fakta-fakta yang dipaparkan menunjukkan hasil yang melampaui ekspektasi: investasi mencapai Rp90,1 triliun, jauh di atas target semula Rp78,1 triliun. Tak hanya itu, penyerapan tenaga kerja juga menembus 47.747 orang, mengungguli target 38.953 orang.

“Januari sampai Desember 2024 itu Rp90,1 triliun, dari target investasi di kawasan KEK itu tadinya Rp78,1 triliun. Jadi kita melewati target untuk 2024,”
Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM

Capaian KEK 2024: Lebih dari Sekadar Target

Menteri Rosan Roeslani menjelaskan bahwa pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kebijakan pengembangan KEK berjalan pada jalur yang tepat. KEK kini menjadi motor utama pembangunan ekonomi di berbagai wilayah, dengan melibatkan sektor industri, pariwisata, jasa, dan teknologi.

Data resmi menunjukkan bahwa geliat ekonomi di KEK mengalami momentum akselerasi yang signifikan. Pemerintah mencatat bahwa sejak 2012 hingga 2024, KEK telah:

  • Menghimpun total investasi sebesar Rp263,4 triliun
  • Menampung 403 pelaku usaha
  • Menciptakan 160.874 lapangan kerja

Keseluruhan dari 2012 sampai 2024, capaian kumulatif di KEK itu Rp263,4 triliun, dengan jumlah pelaku usaha 403, dan penciptaan tenaga kerjanya itu selama 2012 sampai 2024 itu 160.874,”
Rosan Roeslani (BPMI Setpres)

Strategi Pemerintah ke Depan: Akselerasi dan Konsolidasi

Presiden Prabowo dalam arahannya menegaskan pentingnya konsolidasi lintas sektor untuk memaksimalkan potensi KEK. Dalam pidato singkatnya, ia menyoroti pentingnya kecepatan birokrasi, efisiensi regulasi, dan konektivitas infrastruktur sebagai kunci keberlanjutan KEK.

Rapat ini juga menandai langkah awal pemerintahan baru dalam mempertegas arah kebijakan hilirisasi dan pemerataan ekonomi. KEK diharapkan dapat menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di luar Pulau Jawa.

Apa Itu KEK?

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) merupakan wilayah dengan batasan tertentu yang diberikan fasilitas dan insentif khusus untuk menarik investasi dan mendorong pertumbuhan sektor unggulan. Berdasarkan data dari Sekretariat Dewan Nasional KEK, hingga 2024 telah ada 20 KEK aktif di Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

KEK terbagi dalam sektor:

  • Industri manufaktur (seperti KEK Sei Mangkei dan KEK Gresik)
  • Pariwisata (seperti KEK Mandalika dan KEK Likupang)
  • Logistik dan jasa (seperti KEK Bitung dan KEK Sorong)

(YA)

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *