Luik, Belgia – Hujan deras yang mengguyur Sirkuit Spa-Francorchamps mungkin telah menunda jalannya balapan Grand Prix Belgia, tapi tidak menunda kisah luar biasa Oscar Piastri.
Pembalap muda McLaren itu mencetak kemenangan keenamnya musim ini, mengukuhkan diri sebagai kandidat kuat juara dunia 2025 dan membuat paddock berguncang.
Di tengah kabut dan semprotan air dari trek yang licin, Piastri membalikkan keadaan sejak lap pertama. Ia menyalip rekan setimnya, Lando Norris, dalam manuver tajam selepas rolling start yang sempat tertunda 80 menit.
Dengan strategi ban yang tepat dan ketenangan luar biasa, Piastri mempertahankan posisi terdepan hingga finis.

“Saya tahu saya hanya perlu sedikit lebih berani di tikungan awal. Saya mendapatkan slipstream sempurna dan dari situ saya tahu: ini saatnya,” ujar Piastri kepada Media Resmi Formula One usai balapan, dengan senyum lebar penuh rasa lega
Namun kemenangan Piastri hanyalah permukaan dari kisah penuh drama di Spa. Di belakangnya, Mercedes dan Ferrari justru diselimuti awan keraguan.
Hamilton Bangkit dari Mimpi Buruk
Lewis Hamilton sempat terjebak di papan bawah sepanjang akhir pekan.
Tapi strategi jitu dari pit Ferrari yang secara mengejutkan menaruh harapan pada Hamilton setelah gagal di sesi kualifikasi, membuat sang juara dunia bangkit dan merebut poin penting dari posisi yang hampir tak mungkin.
“Saya senang bisa bangkit dari belakang dan finis di zona poin. Tapi jelas, ini bukan performa yang layak untuk tim sebesar Mercedes,” kata Hamilton dengan nada menyesal, namun tetap optimistis.

Leclerc Dan Verstappen Rebutan Podium
Sementara itu, Charles Leclerc mencuri perhatian dengan podium kelimanya musim ini. Ia bahkan sempat memimpin balapan, membuat Max Verstappen tak berkutik di posisi ketiga.
Tapi kemenangan Sprint dari Verstappen sehari sebelumnya, tetap menunjukkan bahwa sang juara bertahan belum habis.
“Sprint adalah strategi. Tapi hari Minggu ini, kami terlalu konservatif dengan sayap belakang dan itu menghukum kami,” ungkap Verstappen, mengomentari performa mobil Red Bull yang kurang maksimal saat basah.
Di sisi lain, kekhawatiran makin dalam menimpa Mercedes. George Russell dan rookie Kimi Antonelli seperti kehilangan arah. Mobil yang ‘diperbarui’ justru tampak lambat dan tidak kompetitif.
“Kami merasa telah mengambil langkah mundur besar. Setup yang kami pilih tidak membuahkan hasil,” keluh Russell.
Kimi Antonelli bahkan harus puas finis di luar 10 besar, memperpanjang masa sulitnya sejak naik ke F1. (YA)
Hasil Akhir F1 Grand Prix Belgia 2025 – Spa-Francorchamps
| Pos | 🇫🇱 Pembalap | Nomor | Tim | Waktu / Selisih | Poin |
| 1️⃣ | 🇦🇺 Oscar Piastri | #81 | McLaren | 1:25:22.601 | 25 |
| 2️⃣ | 🇬🇧 Lando Norris | #4 | McLaren | +3.415 detik | 18 |
| 3️⃣ | 🇲🇨 Charles Leclerc | #16 | Ferrari | +20.185 detik | 15 |
| 4️⃣ | 🇳🇱 Max Verstappen | #1 | Red Bull Racing | +21.731 detik | 12 |
| 5️⃣ | 🇬🇧 George Russell | #63 | Mercedes | +34.863 detik | 10 |
Baca juga :





