Rabat, Maroko – Aljazair mengirimkan pesan peringatan keras kepada para pesaingnya di Africa Cup of Nations (AFCON) Maroko 2025.
Bertanding di Stadion Moulay Hassan, Rabat, tim berjuluk Les Fennecs ini sukses membungkam Guinea Khatulistiwa dengan skor telak 3–1, sekaligus menyapu bersih fase grup dengan rekor kemenangan sempurna 100 persen.
Tiga gol kemenangan Aljazair tercipta hanya dalam waktu 32 menit babak pertama melalui Zineddine Belaid, Fares Chaïbi, dan Ibrahim Maza.
Meski Emilio Nsue sempat memperkecil ketertinggalan bagi Guinea Khatulistiwa di babak kedua, kematangan skuad asuhan Vladimir Petkovic tetap tak tergoyahkan hingga peluit panjang dibunyikan.
Badai Babak Pertama di Rabat
Aljazair memulai pertandingan dengan intensitas yang luar biasa. Meski Vladimir Petkovic melakukan rotasi pada susunan pemainnya, kedalaman skuad Les Fennecs terbukti sangat mematikan.
- Pesta gol dimulai pada menit ke-18, berawal dari sepak pojok melengkung Anis Hadj Moussa, Zineddine Belaid melompat tinggi dan melepaskan sundulan tajam yang gagal dihalau kiper Jesus Owono.
- Hanya berselang tujuh menit, tekanan bertubi-tubi Aljazair kembali membuahkan hasil. Fares Chaibi menggandakan keunggulan dengan penyelesaian yang sangat tenang setelah kemelut di dalam kotak penalti.
- Penderitaan Guinea Khatulistiwa semakin bertambah di menit ke-32 ketika Ibrahim Maza menuntaskan umpan matang Hadj Moussa dengan tendangan akurat.
Skor 3-0 menutup babak pertama dengan dominasi mutlak Aljazair.
Kematangan Les Fennecs
Memasuki babak kedua, intensitas permainan Aljazair sedikit menurun, yang langsung dimanfaatkan oleh Guinea Khatulistiwa.
- Lima menit setelah jeda, striker veteran Emilio Nsue melepaskan tembakan spektakuler dari tepi kotak penalti, yang mengoyak gawang Aljazair. Gol ini sempat memberikan harapan bagi skuad asuhan Juan Micha.
- Namun, harapan itu pupus karena Aljazair merespons dengan kematangan mental yang luar biasa. Mereka kembali menguasai bola, mendikte tempo, dan tidak membiarkan lawan menciptakan peluang berbahaya lainnya.
Skor 3-1 tetap bertahan hingga akhir laga, mengonfirmasi kegagalan Guinea Khatulistiwa yang harus pulang tanpa satu poin pun dari turnamen ini.
Usai laga, Vladimir Petkovic, Pelatih Aljazair memuji para pemain mudanya yang dinilainya mempunyai masa depan cerah.
“Babak pertama kami adalah salah satu yang terbaik. Saya bangga karena ada tujuh pemain kelahiran tahun 2000-an di lapangan hari ini. Ini adalah indikasi masa depan cerah bagi sepakbola Aljazair. Sekarang saatnya beristirahat dan fokus ke babak gugur,” puji Petkovic dikutip dari Situs Resmi CAF.
Anis Hadj Moussa yang menjadi Man of the Match menyatakan bahwa, “Kami bermain bagus karena ingin membangun kepercayaan diri sebelum babak 16 besar yang jauh lebih berat. Kemenangan ini sangat krusial bagi momentum kami.”
Dilain pihak, Pelatih Guinea Khatulistiwa, Juan Micha sangat kecewa dengan hasil yang diperoleh timnya.
“Ini hasil yang mengecewakan karena kami datang untuk menang. Kami mencoba melawan di babak kedua, tapi Aljazair sangat kuat. Ada banyak pelajaran yang kami petik untuk masa depan.”
Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pemain senior yang matang, Les Fennecs tampil sebagai tim yang paling seimbang sepanjang fase grup. Kini, perhatian tertuju pada babak 16 besar.
Dengan modal poin sempurna dan pertahanan yang solid, Aljazair tampaknya siap menghadapi siapa pun yang berdiri di hadapan mereka dalam misi membawa pulang trofi AFCON ke tanah Aljazair. (*)
Hasil Lainnya Piala Afrika 2025 :
- Grup E: Sudan vs Burkina Faso: 0-2
Klasemen Sementara Piala Afrika 2025 :
| Pos | Tim – Grup E | Poin |
| 1 | Aljazair | 9 |
| 2 | Burkina Faso | 6 |
| 3 | Sudan | 3 |
| 4 | Guinea Khatulistiwa | 0 |
Baca juga :





