Andalan Mesir, Mohamed Salah, Hancurkan Dominasi Pantai Gading di AFCON 2025!

Piala Afrika: Runtuhnya Kerajaan Gajah Akibat Efisiensi Tim "Firaun," Dihajar Dengan Skor 3-2

Agadir, Maroko – Drama sepakbola Afrika mencapai puncaknya di Agadir saat Mesir secara heroik menumbangkan juara bertahan Pantai Gading dengan skor tipis 3-2.

Meski terus digempur sepanjang laga, efisiensi mematikan dari Mohamed Salah dan kolega terbukti lebih ampuh ketimbang dominasi penguasaan bola tim “Gajah” yang berujung tragis.

Kemenangan ini membawa “Tim Firaun” melaju ke babak semifinal Piala Afrika CAF 2025 untuk menantang Senegal dalam laga ulangan final klasik.

Sementara itu, satu tiket semifinal lainnya akan mempertemukan dua raksasa, Maroko dan Nigeria, yang dijadwalkan bertanding di Rabat.

Kejutan Kilat & Tembok El Shenawy

Laga baru berjalan empat menit saat stadion dikejutkan oleh gol kilat Omar Marmoush.

  • Penyerang Manchester City itu menunjukkan insting predatornya setelah menerima umpan matang dari Emam Ashour, membawa Mesir unggul lebih dulu dan merusak rencana permainan Pantai Gading.
  • Tersengat gol cepat, Pantai Gading langsung mengambil alih kendali. Mereka mengepung pertahanan Mesir layaknya badai, namun kiper El Shenawy tampil bak pahlawan di bawah mistar.
  • Di menit ke-32, lewat skema sepak pojok Mohamed Salah, Ramy Rabia menyundul bola dengan akurasi sempurna. Skor 2-0 untuk Mesir meski mereka jarang menyerang.
  • Tekanan bertubi-tubi Pantai Gading memaksa Fatouh melakukan gol bunuh diri di menit ke-40, mengubah skor menjadi 2-1 sesaat sebelum jeda.

Magis Salah & Pengepungan Terakhir

Pantai Gading kembali dari ruang ganti dengan ambisi besar, namun Mohamed Salah menunjukkan mengapa ia disebut raja.

  • Pada peluang pertama Mesir di babak kedua menit ke-47, Mohamed Salah melepaskan tembakan rendah yang bersarang di pojok gawang, mencetak gol keempatnya di turnamen ini sekaligus memperlebar jarak menjadi 3-1.
  • Pantai Gading menolak menyerah. Tekanan Kessie dan Fofana akhirnya membuahkan gol melalui Guela Doue pada menit ke-73, setelah kemelut di depan gawang dan mengubah skor menjadi 3-2.
Foto: Dok. CAF

Sisa pertandingan berubah menjadi “pengepungan” total. Kotak penalti Mesir berubah menjadi benteng merah yang dihujani bola-bola lambung. Namun, hingga peluit panjang berbunyi, pertahanan Mesir tetap teguh berdiri.

Mohamed Salah yang menjadi Man of the Match mengapresiasi hasil positif itu.

“Kami selalu percaya bisa memenangkan setiap pertandingan dengan pola pikir ini. Pantai Gading bermain seperti juara hari ini, tapi kami memberikan segalanya. Saya selalu bilang ke rekan setim, berikan segalanya agar kita tidak punya penyesalan,” ujar Salah dikutip dari Situs Resmi CAF.

Hal senada juga diungkapkan Hossam Hassan, Pelatih Mesir dalam wawancara usai pertandingan.

“Bagi kami, setiap laga adalah final. Kami tahu mereka juara bertahan dan kami sangat menghormati mereka. Persiapan kami yang matang menjadi pembeda hari ini.”

Sebaliknya, Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae sangat kecewa dengan hasil yang didapat tim asuhannya.

“Kami sangat frustrasi. Kami membuat terlalu banyak kesalahan di momen kunci. Menyakitkan melihat gol masuk begitu cepat, dan gol ketiga benar-benar menghancurkan konsentrasi kami.”

Lolosnya Mesir menjaga reputasi mereka sebagai raja kolektor gelar di benua hitam. Perjalanan mereka kini akan diuji oleh kekuatan fisik Senegal di Tangier.

Penggemar sepakbola kini menanti apakah “Mentalitas Firaun” mampu meruntuhkan “Lions of Teranga” di fase berikutnya. (*)

Baca juga :

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *