Antara Ambisi & Tradisi: RFEF Setujui Laga La Liga Digelar di Miami, Real Madrid & Fans Menolak!

Presiden La Liga: Untuk Perluas Jangkauan dan Pengaruh Komersial La Liga di Pasar Internasional

Spanyol – Sebuah langkah berani yang bisa mengubah wajah sepakbola Spanyol telah diambil. Di tengah berbagai penolakan, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) akhirnya memberi lampu hijau untuk sebuah ide kontroversial: menggelar pertandingan La Liga di Amerika Serikat.

Laga antara Villarreal dan Barcelona yang semula dijadwalkan di kandang Villarreal, kini berpotensi dipindahkan ke Miami.

Keputusan ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang ambisi global yang berbenturan langsung dengan tradisi.

RFEF secara resmi menyetujui permintaan dari kedua klub pada Senin (11/08/25), untuk memindahkan laga pekan ke-17 La Liga ke Miami, Amerika Serikat.

“Federasi Sepakbola Kerajaan Spanyol akan mengajukan permohonan kepada UEFA untuk memulai proses otorisasi, selanjutnya oleh FIFA agar pertandingan tersebut dapat dimainkan di Stadion Hard Rock di Miami pada 20 Desember 2025,” bunyi pernyataan RFEF kepada BBC.

Rencana ini adalah bagian dari visi jangka panjang Presiden La Liga, Javier Tebas, untuk memperluas jangkauan dan pengaruh komersial La Liga, menyaingi dominasi Liga Inggris di pasar internasional.

Keputusan ini sendiri dimungkinkan setelah adanya perkembangan positif, dalam kasus hukum yang telah berlangsung lama.

Relevent Sports, sebuah promotor acara asal AS, sebelumnya menggugat FIFA dan Federasi Sepakbola AS pada tahun 2019, setelah tawaran mereka untuk menyelenggarakan pertandingan La Liga di AS ditolak.

Gugatan itu berargumen bahwa aturan FIFA melanggar Undang-Undang Antimonopoli Sherman AS.

FIFA dan Relevent akhirnya menyelesaikan kasus mereka, dengan kesepakatan bahwa FIFA akan kembali meninjau undang-undang tersebut.

Kedua pihak menyelesaikan kasus tersebut tanpa prasangka, yang memberi Relevent pilihan untuk membuka kembali litigasi.

Kini, setelah kedua pihak mencapai kesepakatan damai, jalan untuk La Liga menggelar pertandingan di luar negeri pun terbuka.

Penolakan Keras Banyak Pihak

Foto: Dok. Real Madrid

Meskipun mendapat persetujuan, rencana ini tidak disambut baik oleh semua pihak. Penolakan keras datang dari berbagai penjuru, menunjukkan bahwa visi Javier Tebas ini jauh dari kata di terima secara universal.

Real Madrid menegaskan kepada para anggotanya, suporter, dan penggemar sepakbola pada umumnya bahwa mereka dengan tegas menolak usulan tersebut. Apalagi langkah itu diambil tanpa informasi atau konsultasi sebelumnya dengan klub-klub peserta kompetisi.

  • Real Madrid: Sejak awal menjadi salah satu penentang paling vokal terhadap ide ini. Mereka berpendapat bahwa menggelar pertandingan di luar negeri akan merusak integritas kompetisi, dan tidak adil bagi para penggemar yang telah membayar tiket musiman. Hal itu juga melanggar prinsip dasar resiprositas teritorial, yang berlaku dalam kompetisi liga dua leg (satu pertandingan di kandang dan satu lagi di kandang tim lawan).
  • Asosiasi Pendukung Sepak Bola Spanyol (FASFE): Bersama dengan kelompok suporter Barcelona dan Villarreal, FASFE mengecam RFEF. Dilansir dari BBC, mereka mendesak RFEF untuk “menghentikan kegilaan ini” dan mengancam akan “mengambil tindakan hukum yang tepat” jika rencana ini terus berlanjut.
  • Asosiasi Pesepakbola Spanyol (AFE): Dalam kasus-kasus sebelumnya, AFE juga menolak keras ide ini dengan alasan pemain tidak dikonsultasikan dan khawatir akan kelelahan akibat perjalanan panjang.

Memainkan sebuah pertandingan di luar negeri diperkirakan akan membantu La Liga mengimbangi keuntungan komersial besar, yang dimiliki Liga Inggris di Amerika dan pasar lain di luar Eropa.

La Liga juga memiliki kantor di New York, dan secara rutin menyelenggarakan pertandingan persahabatan untuk tim-timnya di benua lain selama jeda musim.

Langkah ini juga bukan yang pertama kali terjadi. Piala Super Spanyol dan Piala Super Italia telah rutin digelar di Arab Saudi.

Selain itu, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) juga memiliki rencana untuk menggelar pertandingan Serie A di Australia.

Ini menunjukkan tren global di mana olahraga semakin mengarah pada ekspansi komersial, meskipun harus mengorbankan sebagian tradisi.

Keputusan RFEF ini adalah langkah yang signifikan, namun bukan berarti final. Masih ada birokrasi dan izin dari berbagai federasi internasional yang harus dipenuhi.

Pertandingan Villarreal vs Barcelona di Miami kini menjadi simbol dari pertarungan antara tradisi dan ambisi global, dua hal yang akan terus membayangi masa depan sepakbola. (VT)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *