London, Inggris – Stadion Wembley menyaksikan lahirnya pahlawan baru Manchester City, yaitu Nico O’Reilly, pemuda 21 tahun lulusan akademi klub, yang menjadi aktor utama kemenangan 2-0 City atas Arsenal di final Piala Liga (Carabao Cup) 2025/2026.
Kemenangan ini tidak hanya menambah koleksi trofi The Blues menjadi sembilan gelar, tetapi juga menahbiskan Pep Guardiola sebagai manajer tersukses dalam sejarah kompetisi ini dengan lima gelar juara.
Meskipun Arsenal tampil menekan sejak menit awal, efektivitas serangan City di babak kedua menjadi pembeda.
O’Reilly, yang dipasang secara mengejutkan di posisi bek kiri, berhasil mencetak dua gol sundulan hanya dalam rentang waktu lima menit, untuk mengunci kemenangan timnya di hadapan 88.486 penonton.
Magis Lulusan Akademi
Pertandingan ini merupakan final Piala Liga pertama yang mempertemukan dua tim teratas klasemen Premier League.
Arsenal sempat memberikan ancaman nyata melalui Bukayo Saka dan Kai Havertz, namun lini pertahanan City yang dipimpin kapten Bernardo Silva tampil sangat gigih.
O’Reilly membuktikan bahwa ia adalah aset masa depan yang nyata. Meski bermain lebih ke belakang, instingnya untuk merangsek ke kotak penalti sangat tajam.

- Gol pertama Nico O’Reilly tercipta setelah umpan silang Rayan Cherki gagal ditangkap dengan sempurna oleh Kepa Arrizabalaga.
- Sementara gol kedua lahir dari umpan lambung Nunes, yang diselesaikan dengan header klinis Nico O’Reilly.
“Ini adalah perasaan yang luar biasa. Sejak kecil, saya selalu bermain di lini tengah dan terbiasa merangsek ke kotak penalti untuk mencetak gol. Bisa melakukannya di level tertinggi dan di final seperti ini, sungguh gila,” ungkap Nico O’Reilly, Bintang Pertandingan Manchester City.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Pelatih Manchester City, Pep Guardiola. Selain mencetak rekor pribadi, ia mengakui bahwa mengalahkan Arsenal asuhan Mikel Arteta musim ini adalah tugas yang sangat berat.
Pep memuji bagaimana timnya tetap tenang meski sempat “sesak napas” akibat tekanan tinggi Arsenal di 15 menit pertama.
“Gelar Carabao Cup kelima dalam 10 tahun tidaklah buruk. Setiap kali Anda memenangkan gelar, rasanya terlihat lebih sulit daripada sebelumnya. Mikel menciptakan tim yang hampir tak terkalahkan,” ujar Guardiola dikutip dari Situs Resmi Manchester City.

Senada dengan sang manajer, Kapten Bernardo Silva menyebut kemenangan atas rival terberat musim ini memberikan kepuasan ganda bagi skuat The Cityzens.
“Ini adalah momen yang sangat membanggakan bagi semua orang di City. Kami mencintai kompetisi ini dan memenangkannya dengan mengalahkan Arsenal, yang tampil luar biasa musim ini, sungguh istimewa.”
Setelah euforia di Wembley, Manchester City kini memasuki jeda internasional dengan moral yang melambung tinggi.
Mereka dijadwalkan kembali beraksi April mendatang, untuk menjamu Liverpool di perempat final Piala FA.
Dengan satu trofi sudah di tangan, ambisi untuk menyapu bersih Premier League dan Piala FA kini menjadi fokus utama Guardiola untuk menutup musim 2025/2026 dengan tinta emas. (*)
Baca juga :





