Bruges, Belgia – Kunjungan Barcelona menuju Bruges pada Kamis (06/11/25) berjalan dengan cukup sengit. Barca, yang mendapatkan perlawanan tegas dari tuan rumah, Club Brugge, hanya mampu mengamankan hasil imbang 3-3.
Pertemuan ini sudah terlihat jelas akan menyajikan sebuah pertarungan yang menegangkan sejak periode awal pertandingan.
Hanya dalam rentang waktu dua menit, Barcelona dan Club Brugge sudah saling bertukar gol dan meramaikan papan skor.
- 6’: Tanpa diduga, keunggulan pertama direbut oleh Club Brugge. Carlos Forbs berhasil menaklukkan jebakan offside Barca dan usai menerjang dari sisi kanan lapangan, mengirim sebuah umpan silang yang dituntaskan dengan matang oleh Nicolo Tresoldi.
- 8’: Barcelona langsung membalas melalui Ferran Torres, yang menyambut umpan Fermin Lopez dengan reaksi kilatnya.
Dua gol tersebut mengguncang seluruh penonton di Jan Breydel Stadium, yang kini duduk di tepi kursi mereka selagi menyaksikan laga elektrik tersebut.
Barcelona mulai menyadari ancaman Club Brugge dan meningkatkan tempo serangan mereka. Akan tetapi, pasukan Blaugrana justru kembali menelan kebobolan gol setelah pihak tuan rumah memanfaatkan ruang luas di daerah pertahanan Barca.
- 17’: Bekerja sama dengan Christos Tzolis, Carlos Forbs mendapat gilirannya dalam papan skor. Forbs dan Tzolis saling bertukar umpan untuk menyelip melewati pertahanan tipis Barca.
- Ketika Forbs akhirnya menghadapi Wojciech Szczesny satu lawan satu, ia tidak memiliki masalah dalam menaklukkan sang kiper.
Determinasi tinggi Club Brugge dalam pertahanan dan penyerangan menciptakan masalah bagi Barcelona, yang meskipun memiliki penguasaan bola lebih tinggi justru tidak menciptakan banyak ancaman.
Blaugrana lantas memasuki jeda turun minum selagi tertinggal 2-1 di papan skor, sebuah situasi yang tentu terasa asing bagi sang juara Spanyol.
Dalam babak kedua, Club Brugge terus mengancam Barcelona dengan serangan balik mematikan. Barca, yang sudah hampir habis solusi, akhirnya memanggil Robert Lewandowski dan Dani Olmo dari bangku cadangan, dengan harapan mereka mampu memperkuat lini depan Blaugrana.
Upaya keras Barca untuk menembus tembok Club Brugge akhirnya membuahkan hasil manis tidak lama setelah waktu pertandingan satu jam.
- 61’: Bermain umpan satu-dua dengan Fermin Lopez, Lamine Yamal menyelip melewati pertahanan Club Brugge dengan gerakan lincah dan berhasil menggetarkan gawang tuan rumah.
Sayangnya bagi Barcelona, gol tersebut justru memancing kemarahan Club Brugge. Hanya dalam dua menit kemudian, pihak tuan rumah kembali merebut keunggulan mereka dan menempatkan dirinya di hadapan Barca.
- 63’: Untuk kedua kalinya, Carlos Forbs menjebol gawang Barca. Forbs menerima umpan Hans Vanaken dan dengan reaksi kilat, ia langsung mencungkil bola melewati Szczesny.
Kini, Barcelona bermain dengan segala kemampuan mereka. Dengan tekad baja, pasukan Blaugrana menggempur gawang Club Brugge demi menyelamatkan dirinya dari kekalahan. Akan tetapi, tugas mereka dipersulit oleh kiper Nordin Jackers.
Ketika harapan hampir musnah bagi Barcelona, sang tamu akhirnya mampu menyamakan kedudukan untuk kesekian kalinya menjelang penghujung pertandingan. Namun, kali ini mereka menerima sedikit bantuan dari gol bunuh diri Club Brugge.
- 77’: Lamine Yamal melepaskan sebuah tendangan lambung ke arah gawang Club Brugge. Dalam upaya untuk menghalau tembakan tersebut, Christos Tzolis secara tidak sengaja menyundul bola ke dalam gawangnya sendiri.
Dalam menit-menit terakhir ini atmosfer di lapangan semakin memanas. Semua tahu bahwa kemenangan masih bisa digenggam dengan mudah, baik oleh Barcelona maupun Club Brugge.
Drama terakhir dalam laga ini terjadi di menit 90+1. Romeo Vermant berhasil menjebol gawang Barca, akan tetapi tinjauan VAR menunjukkan bahwa ia sebelumnya telah menjatuh Szczesny. Lantas, gol tersebut dianulir.
Kedua kubu tidak mampu mencetak gol baru dalam sisa waktu pertandingan. Pada akhirnya, pertemuan yang sangat menghibur tersebut ditutup dengan skor 3-3.
Bagi Barcelona, hasil akhir tersebut tentu sangat mengejutkan. Pasukan Blaugrana mendatangi laga ini, dengan ekspektasi kemenangan rutin. Namun yang mereka dapatkan adalah sebuah pertarungan sengit dari tim tuan rumah.

Dilansir dari UEFA, pelatih Barcelona, Hansi Flick, memberikan analisisnya dalam jumpa pers pasca pertandingan.
“Kami bisa mengubah beberapa hal, tetapi kami juga harus tetap berpegang pada filosofi kami. Kami tidak perlu mengubah gaya permainan kami; kami adalah Barca.”
Ia menambahkan: “Kami bisa melakukan hal-hal dengan lebih baik. Ketika tidak ada intensitas, kami tidak punya peluang.”
Saat ini, Barcelona akan mempersiapkan dirinya untuk kembali bertarung di panggung La Liga, dimana mereka akan bermain di kandang Celta Vigo. (VT)
Baca juga :





