Manado, SULUT – Sulawesi Utara kembali menorehkan catatan penting dalam peta ekonomi kreatif nasional. Urban Digifest 2025 yang digelar di Manado menjadi ruang hidup bagi ide-ide segar dan kolaborasi lintas sektor yang memperkuat ekosistem kreatif daerah.
Digagas oleh Bank Indonesia bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Daerah Sulut, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), festival ini menghadirkan suasana penuh energi kreatif dari para pelaku lokal: mulai dari perajin kriya, desainer muda, pelaku digital, hingga seniman visual.
“Urban Digifest bukan sekadar pameran. Ini adalah gerakan pembangunan ekonomi dari akar rumput lewat inovasi dan kolaborasi konkret,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, saat membuka acara pada Jumat (27/6) di Kawasan Megamas, Manado.
Lebih dari Sekadar Festival
Acara ini bukan sekadar etalase produk kreatif. Selama tiga hari pelaksanaan, Urban Digifest menyajikan:
- Pameran produk ekonomi kreatif lokal: kriya, fashion, kuliner, dan digital art.
- Lokakarya & mentoring bersama pelaku industri kreatif nasional dan investor.
- Diskusi publik seputar penguatan ekosistem ekonomi kreatif berbasis budaya dan digital.
- Pertemuan bisnis (business matching) antara pelaku lokal dan mitra potensial.
“Bank Indonesia cukup progresif dalam membaca potensi lokal. Dukungan seperti ini nyata dan memberi keberanian bagi pelaku kreatif untuk tumbuh,” lanjut Riefky.
Urban Digifest Peluang Ciptakan Lapangan Kerja
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bekraf 2023 menunjukkan bahwa kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia mencapai Rp 1.300 triliun, dengan potensi pertumbuhan signifikan di luar Pulau Jawa. Sulawesi Utara sendiri menunjukkan geliat kuat di subsektor kuliner, fesyen, dan kriya.
Menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, Urban Digifest adalah cara memperkuat konektivitas antara potensi lokal dan pasar nasional/global.
“Kami ingin menjadikan Urban Digifest sebagai pemicu, bukan puncak. Ke depan, kami siapkan pembiayaan UMKM kreatif, pelatihan digitalisasi, dan integrasi dengan ekosistem pariwisata,” ungkap Arbonas.
Kota Kreatif Butuh Panggung
Kegiatan seperti Urban Digifest menjadi model replikasi yang bisa diadopsi oleh kota-kota lain di Indonesia, terutama yang memiliki basis budaya lokal dan potensi digitalisasi.
“Harapannya, Sulawesi Utara bisa menjadi salah satu poros kreatif di kawasan timur Indonesia. Kita butuh lebih banyak ruang seperti ini, di mana ide, produk, dan kolaborasi bisa bertemu dalam satu panggung,” kata Ketua Dekranasda Sulut, Rita Tamuntuan. (YA)





