Crystal Palace Tanpa Ampun Hancurkan Tottenham Hotspur di Stadion Megahnya!

Liga Inggris: Drama VAR dan Sihir Adam Wharton Bawa Palace Menang 3-1 Atas Hotspur

London, Inggris – Stadion Tottenham Hotspur yang megah mendadak berubah menjadi tempat kehancuran tuan rumah pada Jumat (06/03/26) dinihari.

Hanya butuh waktu 12 menit bagi Crystal Palace untuk membalikkan dunia Tottenham Hotspur menjadi mimpi buruk.

Dalam laga yang penuh drama kartu merah dan intervensi VAR, anak asuh Oliver Glasner sukses membawa pulang kemenangan telak 3-1.

Hasil itu juga sekaligus mencetak sejarah bagi Palace, dengan dua kemenangan tandang beruntun di markas Spurs untuk pertama kalinya.

Laga ini adalah definisi nyata dari rollercoaster emosional. Sempat memimpin lewat Dominic Solanke, Tottenham justru kolaps setelah Micky Van de Ven menerima kartu merah.

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Palace lewat dwigol Ismaila Sarr dan gol tajam Joergen Strand Larsen.

Momentum Kehancuran

Pertandingan dimulai dengan atmosfer kecemasan yang kental dari pendukung tuan rumah. Palace hampir saja mencetak gol dalam 50 detik pertama melalui Adam Wharton.

Namun, titik balik sesungguhnya terjadi di pertengahan babak pertama yang penuh kekacauan.

  • Anulir VAR Menyakitkan: Menit ke-29, Ismaila Sarr mencetak gol chip yang indah, namun VAR membatalkannya karena “puncak kepala” Sarr dianggap offside tipis.
  • Hukuman Instan Spurs: Hanya enam menit setelah gol Palace dianulir, Dominic Solanke justru mencetak gol pembuka untuk Spurs memanfaatkan umpan Archie Gray.
  • Kartu Merah “Kiamat”: Di menit ke-37, Micky Van de Ven menjatuhkan Sarr di area terlarang. Tanpa ampun, wasit mengeluarkan kartu merah dan menunjuk titik putih. Ismaila Sarr sukses mengeksekusi penalti tersebut dan mengubah skor menjadi 1-1.

Sihir Wharton & Finish Dingin

Setelah kartu merah tersebut, sisa babak pertama murni menjadi milik Adam Wharton. Gelandang muda Inggris ini menunjukkan mengapa ia disebut sebagai salah satu bakat terbaik dengan dua asis jeniusnya.

  • Pertama, Wharton mengirim umpan akurat yang diselesaikan dengan tenaga kuda oleh Joergen Strand Larsen lewat sela kaki kiper Vicario.
  • Belum sempat Spurs bernapas, Wharton kembali melepaskan umpan lambung audasius yang membuat Ismaila Sarr bebas melenggang untuk mencetak gol ketiganya bagi Palace.
Crystal Palace vs Tottenham Hotspur – Foto: Dok. Crystal Palace

Pemandangan di akhir babak pertama begitu kontras: ribuan pendukung Palace berpesta pora, sementara sorakan “booing” dari fans Spurs menggema di seluruh stadion.

Memasuki babak kedua, Tottenham yang bermain dengan 10 orang mencoba bangkit. Mereka sempat menguasai bola dan menekan lewat bola mati.

Namun, kiper Dean Henderson tampil “kesurupan”. Ia melakukan penyelamatan gemilang menepis sundulan Kevin Danso dan mementahkan peluang emas jarak dekat Dominic Solanke dengan kakinya.

Palace, yang unggul jumlah pemain, bermain sangat cerdik dengan penguasaan bola mencapai 60 persen di beberapa momen.

Mereka membiarkan waktu berjalan sambil sesekali mengancam lewat serangan balik cepat Ismaila Sarr dan Tyrick Mitchell. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-3 tidak berubah.

Kemenangan ini mengangkat posisi Palace ke peringkat 13, sekaligus memperpanjang tren positif mereka dalam derby London.

Bagi Tottenham, kekalahan ini menjadi kekalahan ke-10 dalam rentetan performa yang mengkhawatirkan bagi Igor Tudor. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *