Jakarta – Siapa bilang memasak cuma urusan ibu-ibu di dapur ? Kini, anak-anak Gen Z membuktikan bahwa dapur adalah panggung baru mereka.
Hobi memasak bukan lagi sekadar kegiatan mengisi waktu luang, tapi menjadi jalan untuk mengeksplorasi kreativitas, membangun personal branding, bahkan menciptakan peluang bisnis yang menjanjikan.
Dari video resep viral di TikTok hingga foodpreneur muda yang sukses, fenomena ini menunjukkan betapa dinamisnya dunia kuliner di tangan generasi digital.
Nge-Vlog di Dapur, Upgrade Skill Profesional
Bagi sebagian Gen Z memasak adalah bentuk ekspresi diri. Mereka belajar otodidak dari YouTube atau TikTok, mencoba resep-resep viral, lalu mengunggah hasilnya di media sosial.
Namun, untuk benar-benar serius di dunia kuliner, diperlukan fondasi yang kuat.

Mengikuti pelatihan kuliner profesional menjadi langkah krusial, untuk mengubah hobi menjadi keahlian yang diakui.
“Banyak anak muda yang punya passion masak, tapi mereka perlu tahu teknik dasar yang benar. Pelatihan profesional itu penting untuk mengasah skill dan pengetahuan, dari cara mengolah bahan, food safety, sampai plating yang estetik,” ujar Chef Budi, Instruktur dari NCSA Indonesia, sebuah sekolah kuliner yang banyak diminati oleh anak muda.
NCSA Indonesia Pilihan Gen Z
NCSA Indonesia menawarkan konsep pelatihan yang engaging dan relevan, dengan gaya hidup Gen Z. Alih-alih kurikulum yang kaku, mereka berfokus pada pengalaman praktik langsung di dapur profesional.
“Di sini, kita nggak cuma belajar teori. Kita langsung pegang pisau, masak, dan eksplorasi menu yang lagi hype. Ini beda banget sama belajar dari video,” ungkap Siska, salah satu peserta pelatihan NCSA Indonesia.

Pelatihan di NCSA Indonesia juga memiliki beberapa keunggulan:
- Belajar langsung dari chef profesional yang aktif di industri.
- Bisa request menu sesuai tren, seperti dessert kekinian atau fusion food.
- Biaya terjangkau yang ramah di kantong mahasiswa atau fresh graduate.
Selain itu, program mereka dirancang tidak hanya untuk personal growth, tapi juga untuk membantu peserta membangun portofolio, dan jaringan profesional.
“Kami melihat Gen Z sangat berorientasi pada karier. Pelatihan ini bukan cuma soal masak enak, tapi bagaimana mereka bisa siap untuk jadi chef, food stylist, atau bahkan membuka kafe sendiri,” tambah Chef Budi
Siap Cuan di Industri Kuliner

Bagi Gen Z yang ingin menjadikan memasak sebagai karier, pelatihan di NCSA Indonesia menjadi jembatan.
Mereka tidak hanya menguasai teknik memasak, tetapi juga soft skill seperti manajemen dapur dan perencanaan bisnis.
Dengan bekal ini, hobi yang awalnya cuma untuk mengisi konten bisa berubah menjadi mesin cuan yang menjanjikan di industri kuliner yang kompetitif.
Jadi, tertarik untuk upgrade hobi masakmu ? Jangan sampai ketinggalan tren dan maksimalkan potensi di dapur, karena di tangan Gen Z, dapur bukan lagi cuma tempat masak, tapi tempat berkarya! (YA)





