Chengdu, China – Atlet panjat tebing Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali emas dalam nomor Single Speed 4 Putri di ajang World Games 2025.
Bertanding di Tianfu Park, Chengdu, China, Desak mencatat waktu 6,35 detik dalam final yang berlangsung sengit dan penuh tekanan.

Prestasi Desak sekaligus menandai dominasi Indonesia dalam cabang olahraga panjat tebing yang tampil dengan format baru: empat jalur, bukan dua seperti di Olimpiade.
“Saya hanya fokus pada dinding dan waktu. Format ini menantang, tapi memberi ruang untuk eksplorasi kecepatan dan strategi,” ujar Desak kepada Antara usai kemenangan.
Rajiah Tambah Perunggu, China di Tengah
Dalam final yang melibatkan empat atlet, rekan senegara Desak, Rajiah Sallsabillah, ikut menyumbang medali perunggu dengan waktu 6,951 detik.
Posisi perak diraih atlet tuan rumah Qin Yumei dengan catatan 6,42 detik. Sementara unggulan China lainnya, Ya Fei Zhou, gagal melaju ke final setelah terjatuh di semifinal, meski sebelumnya mencatat waktu tercepat dalam babak kualifikasi (6,32 detik).
Kiromal Nyaris Emas di Final Putra
Dominasi Indonesia tak berhenti di sektor putri. Di nomor Single Speed 4 Putra, atlet andalan Indonesia Kiromal Katibin tampil impresif dan berhasil meraih medali perak dengan waktu 4,81 detik.
Kiromal hanya terpaut tipis dari atlet China Long Jianguo yang menyabet emas dengan 4,74 detik. Sementara Rishat Khaibullin dari Kazakhstan meraih perunggu (4,83 detik).
“Satu kesalahan kecil bisa mengubah hasil. Saya tetap bangga bisa membawa pulang medali untuk Indonesia,” kata Kiromal saat diwawancarai oleh media lokal di Chengdu.
Indonesia Naik Peringkat di Klasemen Medali
Dengan tambahan tiga medali dari cabang panjat tebing — 1 emas, 1 perak, dan 1 perunggu — Indonesia naik dari posisi ke-20 ke posisi ke-17 dalam klasemen sementara World Games 2025, kini mengoleksi 4 emas, 4 perak, dan 1 perunggu.

Format empat jalur ini merupakan debut di ajang multi-olahraga internasional, menghadirkan tantangan baru bagi atlet dan tontonan yang lebih seru bagi penonton.
Wakil Presiden Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC), Toru Kobinata menyebut format ini sebagai terobosan.
“Empat atlet bertanding sekaligus membuat penonton benar-benar terpaku. Hasilnya sulit ditebak hingga detik terakhir,” ujarnya kepada Reuters.
Ke empat finalis berlomba secara bersamaan, menambah unsur ketegangan dan drama yang belum pernah ada sebelumnya. (YA)
Baca juga :





