Dominasi Portugal di Eropa: Porto Pesta Gol, Braga Berjuang Amankan Tiket 16 Besar

Liga Europa : Porto Menang Versus Nice 3-0, Sementara Braga Berbagi Poin Dengan Rangers 1-1

Porto, Portugal – Klub-klub Portugal kembali menunjukkan taringnya di kancah Eropa.

Setelah menjalani lima pertandingan di Liga Europa, baik FC Porto maupun SC Braga kini berada dalam posisi kualifikasi otomatis ke babak 16 besar.

Porto meraih kemenangan telak 3-0 atas OGC Nice, sementara Braga menunjukkan semangat juang luar biasa dengan menahan imbang Rangers 1-1 meskipun bermain dengan 10 orang selama sebagian besar laga.

Pesta Gol Porto

FC Porto membuktikan diri sebagai tim raksasa Eropa dengan menghajar OGC Nice, klub Prancis yang sedang kesulitan, dengan skor telak 3-0.

Kemenangan ini didominasi oleh efisiensi Porto dan performa brilian gelandang mudanya. Sementara Nice tetap menunjukkan upaya menyerang, tetapi gagal mengkonversi peluang. Nice bahkan kebobolan gol tercepat dalam sejarah partisipasi mereka.

  • Gol Kilat: Pertandingan dimulai dengan cara yang ideal bagi The Dragons. Laga baru berjalan 18 detik, Gabri Veiga sudah mencetak gol pembuka dengan tembakan rendah yang sempat dibelokkan.
  • Dwigol Klinis: Meskipun Nice berusaha merespons, Porto tampil kejam. Veiga mencetak gol keduanya pada menit ke-33 dengan tendangan kaki kiri yang tajam, memanfaatkan umpan terobosan Victor Froholdt.
  • Gol Penutup: Keunggulan Porto ditutup oleh penalti Samuel Aghehowa pada menit ke 60, setelah Samu dilanggar di kotak terlarang.
Foto: Dok. Nice

Pelatih Porto, Francesco Farioli menyatakan kepuasannya setelah pertandingan.

“Para pemain mendekati pertandingan dengan cara yang benar. Gol cepat membantu kami menempatkan pertandingan ke arah yang benar,” ujarnya.

Porto kini duduk di peringkat ke-8 klasemen dan memiliki sisa jadwal yang menguntungkan (Malmo dan Rangers di kandang, Plzen tandang), membuat mereka sangat yakin dapat mengunci tiket langsung ke 16 Besar.

Sementara bagi OGC Nice yang belum meraih satu pun poin, kekalahan ini menjadi modal buruk jelang laga Ligue 1 melawan FC Lorient.

Perjuangan 10 Pemain Braga

Glasgow, Skotlandia – Sementara Porto menang nyaman, SC Braga harus berjuang keras untuk meraih poin penting di markas Rangers.

Dengan modal kepercayaan diri setelah mengalahkan Celtic di Glasgow sebelumnya, Braga awalnya mampu mengimbangi permainan.

  • Penalti Tavernier: Rangers bangkit dan mendapatkan momentum jelang jeda. Mereka dihadiahi penalti setelah handball yang dilakukan Fran Navarro di kotak terlarang. James Tavernier sukses mengkonversi penalti (45+1′), menyamai rekor 21 gol Eropa milik legenda Rangers, Ally McCoist.
  • Drama Kartu Merah: Kondisi Braga semakin sulit di babak kedua, ketika Rodrigo Zalazar diusir keluar lapangan karena insiden kepala ke kepala dengan Nicolas Raskin, meskipun kontak yang terjadi sangat minim.

Meskipun bermain dengan sepuluh orang, tim Portugal ini menunjukkan semangat pantang menyerah. Dorongan dari rasa ketidakadilan yang dirasakan mengubah permainan mereka menjadi lebih agresif.

Braga vs Rangers – Foto: Dok. BBC News
  • Gol Penyama: Pada menit ke-69, Braga menyamakan kedudukan melalui Gabri Martinez. Gol ini tercipta karena kesalahan fatal bek Rangers, Djiga, yang menyundul bola ke arah Martinez dari lemparan ke dalam, yang langsung diselesaikan menjadi gol.

Pertarungan fisik ini ditutup dengan kartu merah kedua yang diberikan kepada bek Rangers, Mohammed Diomande, di waktu tambahan.

Skor 1-1 bertahan hingga akhir, mengakhiri rekor tujuh kekalahan beruntun Rangers di Eropa, namun menggagalkan mereka meraih kemenangan penting.

Braga, yang berada di posisi ke-7, kini memegang nasib kualifikasi di tangan mereka sendiri dengan tiga laga sisa melawan Nice (tandang), Nottingham Forest (kandang), dan Go Ahead Eagles (tandang).

Bagi Rangers, hasil imbang ini adalah poin pertama yang melegakan, tetapi kans mereka untuk lolos sudah sangat tipis.

Hasil ini menutup minggu yang sukses bagi sepakbola Portugal di Eropa. Baik Porto maupun Braga kini berada di jalur yang jelas untuk melangkah ke babak knockout Liga Europa.

Hal itu menegaskan bahwa kualitas teknis dan semangat juang klub Portugal patut diperhitungkan di kancah Benua Biru. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *