Jakarta – Di panggung final yang gemuruh, asa puluhan ribu pasang mata membumbung tinggi.
Timnas U-23 Indonesia yang mengusung misi balas dendam dan meraih gelar di kandang sendiri, berhadapan dengan lawan bebuyutan, Vietnam.
Namun takdir berpihak pada sang juara bertahan, meninggalkan Garuda Muda dalam kekalahan pahit yang menyakitkan.
Atmosfer Stadion Gelora Bung Karno yang membara pada Selasa malam akhirnya harus meredup bagi Timnas U-23 Indonesia.
Skuad Garuda Muda harus menelan kenyataan pahit setelah mengalami kekalahan 1-0 dari Vietnam di laga final ASEAN U-23 Mandiri Cup 2025.
Gol tunggal yang dicetak oleh Nguyen Cong Phuong di babak pertama menjadi penentu, dan memupus harapan Indonesia untuk meraih trofi ASEAN U-23 Championship kedua mereka.
Kemenangan ini membawa Vietnam menduduki takhta kejuaraan ASEAN U-23 Championship untuk ketiga kalinya secara beruntun, sebuah dominasi yang mengesankan setelah sebelumnya mereka juga berjaya pada edisi 2022 dan 2023.
Pasukan asuhan Kim Sang-sik juga menutup perjalanan mereka dengan rekor sempurna, meraih empat kemenangan dalam empat pertandingan sepanjang turnamen.
Bagi Indonesia, rasa sakit hati ini sayangnya sudah tidak asing. Kekalahan ini hampir serupa dengan pertandingan final turnamen tahun 2023 lalu, di mana pasukan muda Merah Putih juga tumbang di hadapan Vietnam.
Saat itu, setelah bertahan imbang tanpa gol di waktu normal, Indonesia gagal memenangkan babak adu penalti yang berakhir dengan kemenangan 6-5 bagi Vietnam.
Ketat Sejak Awal, Berujung Drama di Akhir
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, mencerminkan laga final yang sangat krusial
- Baru lima menit sejak peluit awal berbunyi, atmosfer GBK sudah tegang. Jens Raven memiliki kesempatan untuk membawa Indonesia unggul lebih dulu, memanfaatkan lemparan jauh Robi Darwis, namun sundulannya melambung di atas mistar gawang Vietnam.
- Nguyen Van Truong sempat mengancam lini pertahanan Indonesia ketika ia menerima tendangan sudut Nguyen Dinh Ba c. Namun, sundulannya juga gagal menemui sasaran, melebar jauh dari gawang Muhammad Ardiansyah.
- Rayhan Hannan berhasil menembus pertahanan Vietnam dan memiliki ruang bebas. Namun, sebelum ia sempat melepaskan tembakan, Kiper Tra n Trung Kien sudah siap di hadapannya dan berhasil memblokir peluang emas tersebut.
- 37′ GOL (Vietnam): Momen krusial pun terjadi, dan Vietnam berhasil memecah kebuntuan. Sundulan Pham Ly Duc dari tendangan sudut Dinh Ba c gagal dibuang dengan meyakinkan oleh lini belakang Indonesia. Nguyen Cong Phuong dengan sigap memanfaatkan kesalahan fatal tuan rumah tersebut, dan melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang untuk membawa Vietnam unggul 1-0.
- Memasuki babak kedua, Vietnam memilih untuk bermain lebih pragmatis, fokus mempertahankan keunggulan mereka.
- Meskipun mendominasi penguasaan bola hingga 68%, Indonesia memiliki kesulitan besar untuk menembus benteng pertahanan Vietnam yang solid dan skor akhir 1-0 untuk kemenangan Vietnam.

Drama di Pinggir Lapangan
Detik-detik menjelang akhir pertandingan, diwarnai drama di sisi lapangan.
Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, yang sebelumnya sempat mencoba mengganggu lemparan jauh Robi Darwis dengan menghadang jalurnya, kembali mencoba menghalangi Darwis.
Kali ini, ia menempatkan beberapa botol air di dekat area teknis Vietnam saat Darwis akan melakukan lemparan. Sang-sik pun langsung diganjar kartu kuning akibat ulahnya tersebut.
Situasi tegang tidak berhenti di situ. Asisten pelatih Indonesia, Damian Van Rensburg, menerobos area teknis Vietnam untuk menyingkirkan halangan yang ditempatkan oleh Kim Sang-sik, demi mengejar waktu.
Akibatnya, ia pun dihukum dengan kartu merah. Pelatih Gerald Vanenburg sempat memprotes keputusan wasit namun tidak mendapat hukuman.
Darwis, yang akhirnya memiliki kesempatan untuk melepaskan lemparannya, menargetkan Muhammad Ardiansyah yang maju dari posnya di gawang menuju tengah lapangan.
Ia melambungkan umpan ke rekan-rekannya di kotak penalti Vietnam, namun Tra n Trung Kien dengan mudah menangkap bola tersebut.
Peluit akhir pertandingan pun ditiup tepat setelah bola berada di genggamannya, menandai berakhirnya laga dengan kemenangan Vietnam.

Meskipun kalah di final, beberapa individu dari Indonesia tetap mendapatkan pengakuan atas penampilan gemilang mereka, diantaranya adalah :
- Pemain Terbaik: Nguyen Dinh Ba c (Vietnam)
- Kiper Terbaik: Muhammad Ardiansyah (Indonesia)
- Top Skorer: Jens Raven (Indonesia) (7 Gol)
Kekalahan ini terasa pahit bagi Indonesia, terutama di hadapan publik sendiri. Namun, perjalanan Garuda Muda hingga final, ditambah dengan penghargaan Kiper Terbaik dan Top Skor, menunjukkan potensi besar yang dimiliki skuad ini.
Sementara itu, Vietnam sekali lagi membuktikan diri sebagai kekuatan dominan di sepak bola U-23 Asia Tenggara.
Meski harapan untuk juara belum tercapai, pengalaman berharga dari turnamen ini akan menjadi bekal penting bagi Indonesia di masa depan. (VT)
Baca juga :





