London, Inggris – Serial dokumenter terbaru Amazon Prime berjudul A Beautiful Obsession mengungkap krisis internal dan ketegangan emosional Pep Guardiola di Manchester City. Tayangan ini menyoroti momen ketika sang pelatih hampir menangis di ruang ganti dan terlibat konfrontasi langsung dengan kapten tim, Kyle Walker.
Konflik tersebut mencuat selama periode terburuk Manchester City ketika menelan sembilan kekalahan dari 13 pertandingan pada musim gugur 2024.
Tekanan publik dan internal membuat Guardiola menunjukkan gestur frustrasi di pinggir lapangan sebelum meluapkan emosinya secara tertutup di hadapan para pemain.

“Kamu terus menyebut namaku di setiap rapat,” protes Walker kepada Guardiola usai kekalahan dari Liverpool, merujuk pada kritik taktis yang ia terima secara berulang di depan skuad.
Guardiola membantah tudingan bahwa dirinya menyerang secara personal dan menjelaskan alasan emosional di balik perpanjangan kontraknya di Etihad Stadium.
“Jika saya adalah masalahnya, kalian harus mengatakannya,” ujar Guardiola dengan suara bergetar. “Saya memperpanjang kontrak karena saya ingin berjuang bersama kalian, bukan karena uang.”
- Puncak Konflik: Guardiola meluapkan kemarahan hebat usai kekalahan 2-0 dari Bayer Leverkusen di Liga Champions pada November 2025.
- Ancaman Mundur: Pelatih asal Spanyol itu secara terbuka mengancam akan meninggalkan klub akibat performa pemain yang dinilai tidak memiliki semangat juang.
- Respon Manajemen: Ketua klub Khaldoon al-Mubarak mengakui bahwa Guardiola sempat melontarkan ancaman serupa hingga seratus kali selama masa jabatannya.
Serial dokumenter berdurasi empat bagian ini turut mengupas dinamika manajemen tingkat tinggi di balik layar.
Diskusi internal tersebut mencakup perdebatan mengenai kebijakan transfer klub serta proses penolakan perpanjangan kontrak gelandang senior Kevin De Bruyne.





