Belanda – Mantan pemain dan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez, secara resmi diumumkan sebagai pelatih baru timnas Belanda pada Kamis (13/08/2026).
Xavi akan menggantikan Ronald Koeman, yang meninggalkan jabatannya setelah pasukan Oranje disingkirkan oleh Maroko dalam babak 32 besar Piala Dunia 2026.
“Saya pikir itu adalah kehormatan besar untuk menjadi pelatih nasional tim nasional Belanda.” Ucap Xavi, dalam pernyataan pertamanya sebagai pelatih Belanda, sebagaimana dikutip dari situs resmi Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB).
Mantan gelandang Blaugrana tersebut akan memimpin Oranje hingga Piala Dunia 2030 mendatang.
Xavi adalah pelatih asing pertama yang membimbing timnas Belanda sejak Ernst Happel, manajer asal Austria yang menjabat pada 1977-78 lalu.
Xavi sendiri memiliki sejarah yang cukup erat dengan dua mantan pelatih Belanda, Louis van Gaal dan Frank Rijkaard. Xavi menjalani debutnya sebagai pemain di bawah pimpinan van Gaal, dan merupakan salah satu bagian penting dalam masa jabatan Rijkaard dari 2003 hingga 2008.
“Sebagai seseorang yang mengenyam pendidikan di akademi FC Barcelona, dengan pengaruh kuat antara lain dari Johan Cruijff dan Rinus Michels, saya merasakan hubungan khusus dengan sepak bola Belanda. Anda bisa mengatakan bahwa saya sedikit anak dari sepak bola Belanda.” Ujar Xavi mengenai hubungannya dengan dunia sepak bola Belanda.
“Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, di mana saya melakukan debut di Barcelona, dan Frank Rijkaard, juga telah memainkan peran penting dalam pelatihan saya sebagai pemain dan pelatih.”

Xavi, yang merupakan salah satu lulusan akademi Barcelona, La Masia, menghabiskan sebagian besar karirnya bersama Blaugrana. Ia memulai debut seniornya pada 1998 lalu, dan terus bermain di Camp Nou hingga 2015.
Xavi, bersama Andres Iniesta dan Sergio Busquets, adalah bagian dari trio lini tengah mematikan dibawah bimbingan Pep Guardiola. Selama membela klub masa kecilnya, Xavi telah mengangkat 8 piala La Liga, 3 Copa Del Rey, dan 4 Champions League.
Xavi juga mencicipi kejayaan manis di panggung internasional. Ia memainkan peran penting dalam generasi emas Spanyol yang menjuarai Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012.
Patut diingat bahwa lawan Spanyol dalam final Piala Dunia 2010 lalu, dimana Xavi bermain selama 120 menit, tidak lain adalah Belanda.
Usai gantung sepatu pada 2019, Xavi sempat merantau ke Qatar dan menjabat sebagai pelatih Al Sadd. Ia akhirnya kembali menuju Camp Nou pada 2021, kali ini sebagai manajer Barcelona. Uniknya, pada saat itu ia juga menggantikan Ronald Koeman.
Waktu Xavi sebagai pelatih Barca, yang diwarnai oleh satu gelar kejuaraan La Liga, berjalan hingga Mei 2024, dimana ia dilepaskan dari posisinya usai hasil mengecewakan yang dialami oleh Barcelona. Xavi sempat dihubungkan dengan Manchester United dan Chelsea, sebelum ia akhirnya menjawab panggilan timnas Belanda. (VT)





