Roma, Italia – Stadio Olimpico menjadi saksi bisu bentrokan dua kekuatan besar Serie A yang berakhir tanpa pemenang, namun kaya akan drama taktik.
AC Milan sukses memaksakan hasil imbang 1-1 melawan tuan rumah AS Roma pada Minggu (25/01/26) malam.
Skor ini tidak hanya menjaga rekor tak terkalahkan Rossoneri tetap utuh, tetapi juga menegaskan mentalitas baja skuad asuhan Allegri saat menghadapi tekanan hebat di kandang lawan.
Gol perdana Koni De Winter untuk Milan sempat memberikan harapan kemenangan, sebelum akhirnya penalti Lorenzo Pellegrini menyelamatkan wajah Giallorossi.
Meski berbagi poin, Milan tetap kokoh di peringkat kedua klasemen dengan 47 poin, sekaligus memperlebar jarak dari kejaran Napoli.
Sang Penyelamat & Momen Bersejarah
Laga dimulai dengan intensitas yang mencekik. Roma langsung menggempur lewat Malen, namun mereka menabrak tembok bernama Mike Maignan.
Kiper asal Prancis itu tampil heroik dengan serangkaian penyelamatan refleks, termasuk menepis sontekan jarak dekat Celik di akhir babak pertama yang membuat pendukung tuan rumah terperangah.
Selain ketangguhan Maignan, laga itu menjadi sangat emosional bagi Fikayo Tomori. Bek tangguh asal Inggris tersebut resmi mencatatkan penampilan ke-200 bersama Rossoneri.
Kehadirannya di lini belakang menjadi alasan mengapa Roma, meski menekan habis-habisan, kesulitan mencari celah terbuka di area penalti Milan.

Bola Mati & Titik Putih
Kebuntuan pecah di menit ke-62 lewat skema bola mati yang telah dilatih dengan matang.
- Maestro lini tengah, Luka Modric, mengirimkan umpan silang melengkung yang disambut dengan tandukan bertenaga oleh Koni De Winter.
- Sayangnya, kegembiraan Milan hanya bertahan 11 menit. Sebuah pelanggaran handball dari Bartesaghi membuat wasit Colombo menunjuk titik putih.
- Pellegrini yang maju sebagai eksekutor berhasil mengecoh Maignan, meski sang kiper sempat menyentuh bola dan skor kembali imbang 1-1.
Di sisa waktu, Allegri mencoba menyuntikkan tenaga baru dengan memasukkan Christian Pulisic dan Niclas Fullkrug.
Nama terakhir hampir saja menjadi pahlawan di menit ke-91, namun sundulannya masih melayang tipis di atas mistar gawang Roma.
Satu poin dari Roma adalah modal berharga, namun Rossoneri tidak boleh berpuas diri. Sebuah persimpangan penting sudah menunggu saat mereka harus menjamu Bologna.
Laga tersebut bukan sekadar jadwal biasa, melainkan ujian konsistensi untuk tetap menempel ketat pemuncak klasemen. AC Milan kini mengamankan posisi kedua dengan koleksi 47 poin.
Jika Milan mampu mempertahankan karakter “sulit dikalahkan” seperti yang mereka tunjukkan di Olimpico, maka mimpi Scudetto musim ini tetap menyala terang di San Siro. (*)
Hasil Lainnya Serie A :
- Sassuolo vs Cremonese: 1-0
- Atalanta vs Parma Calcio: 4-0
- Genoa vs Bologna: 3-2
Baca juga :





