Google Sekarang Bisa “Stalking” Foto Kamu

AI Makin Paham Selera dan Hobimu

San Francisco. AS – Google resmi meluncurkan fitur “Personal Intelligence” yang memungkinkan mesin pencarinya mengakses data pribadi pengguna di Gmail dan Google Photos.

Fitur ini dirancang untuk memberikan jawaban yang jauh lebih spesifik dan relevan berdasarkan kebiasaan, riwayat perjalanan, hingga selera pribadi masing-masing individu.

Teknologi yang mulai digulirkan pada Kamis (22/1/2026) waktu setempat ini memanfaatkan model AI terbaru, Gemini 3i.

Berdasarkan Rilis AP News, Untuk tahap awal, layanan ini tersedia bagi pelanggan Google AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat, serta pengguna umum yang terdaftar dalam program eksperimental Google Labs.

Bayangkan Kamu  sedang merencanakan liburan akhir pekan. Alih-alih memberikan saran umum, AI Google kini bisa merekomendasikan destinasi berdasarkan riwayat perjalanan di email atau gaya berpakaian Anda yang tersimpan di galeri foto.

CEO Alphabet Sundar Pichai berbicara dalam acara Google I/O di Mountain View, California-Foto Dok.AP News (Jeff Chiu, File)

“Personal Intelligence mengubah Search menjadi pengalaman yang terasa unik milik Anda dengan menghubungkan titik-titik di seluruh aplikasi Google,” ujar Robby Stein, Vice President Google Search, dalam keterangannya di AP News.

Berikut adalah pembaruan fitur Google tersebut:

Foto: Ilustrasi
  • Integrasi Gmail & Photos: AI dapat memindai email untuk jadwal perjalanan dan foto untuk mengenali gaya atau preferensi visual pengguna.
  • Asisten Pribadi Otomatis: Mesin pencari dapat mengenali restoran favorit atau merek pakaian yang sering digunakan tanpa perlu input manual yang detail.
  • Kendali Pengguna: Pengguna memiliki pilihan penuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini (opt-in).
  • Mekanisme Feedback: Karena AI masih bisa melakukan kesalahan, Google menyediakan tombol “thumbs-down” atau koreksi teks untuk memperbaiki akurasi jawaban.

Langkah ini mempertegas ambisi Google untuk menjadikan layanannya lebih dari sekadar mesin pencari, melainkan asisten digital yang serba tahu.

Kehadiran Gemini 3i juga mulai merambah ekosistem Apple, di mana Siri akan menggunakan teknologi Google untuk menjadi lebih komunikatif dan serbaguna pada perangkat iPhone, iPad, dan Mac.

Meski menawarkan kemudahan, fitur ini kembali memicu diskusi mengenai privasi data. Google meminta pengguna untuk memercayakan detail kehidupan mereka kepada sistem AI agar bisa bekerja maksimal.

Selama dekade terakhir, jutaan orang sebenarnya telah melakukan hal serupa secara implisit melalui penggunaan Gmail dan pencarian Google sehari-hari.

Inovasi besar-besaran di bidang AI ini juga muncul di tengah pengawasan hukum. Meskipun Google sempat dinyatakan sebagai monopoli ilegal oleh hakim federal AS pada 2024, pesatnya persaingan dari kompetitor seperti ChatGPT dan Perplexity membuat Google terus berakselerasi dalam mengubah wajah internet secara fundamental.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *