Dortmund, Jerman – Borussia Dortmund (BVB) tampil tanpa celah saat melumat FSV Mainz 05 dengan skor telak 4-0 pada laga pembuka pekan ke-22 Bundesliga di Signal Iduna Park pada Sabtu (14/02/26) dinihari.
Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga memperpanjang rekor impresif “Si Kuning-Hitam” menjadi enam kemenangan beruntun di liga.
Dominasi Dortmund sudah terasa sejak babak pertama melalui dua gol Serhou Guirassy dan satu gol Maximilian Beier.
Di babak kedua, Ramy Bensebaini menyempurnakan pesta gol tuan rumah. Menariknya, seluruh gol BVB lahir melalui skema sundulan, yang menegaskan efektivitas bola mati anak asuh Niko Kovac.
Dominasi Udara & Hattrick Assist
Mainz mencoba melakukan pressing ketat di lini tengah untuk memutus aliran bola Dortmund. Namun, kedisiplinan taktik BVB yang memaksa bola bergerak ke sisi sayap terbukti menjadi bumerang bagi tim tamu.
Full-back Julian Ryerson tampil sebagai bintang lapangan lewat performa yang jarang terjadi bagi seorang bek, Hattrick Assist.
- Menit 10: Umpan lambung Ryerson dari tendangan bebas disambut sundulan maut Serhou Guirassy. 1-0 untuk BVB.
- Menit 15: Hanya berselang lima menit, giliran Maximilian Beier yang mencatatkan namanya di papan skor. Berawal dari skema serangan sayap kanan, sundulan terukur Beier tak mampu dihalau kiper Mainz, Batz.
- Menit 42: Menjelang turun minum, Serhou Guirassy kembali mencetak gol keduanya. Memanfaatkan sepak pojok Ryerson, ia menunjukkan kekuatan fisiknya di udara untuk mengubah skor menjadi 3-0.
- Menit 84: Pesta ditutup sundulan Ramy Bensebaini yang masuk sebagai pemain pengganti, lagi-lagi berkat umpan pojok presisi dari Ryerson.

Taktik Saat Badai Cedera
Kemenangan ini terasa spesial mengingat Dortmund harus bermain tanpa pilar utama seperti Nico Schlotterbeck (suspensi), serta Emre Can dan Filippo Mane yang masih cedera.
Niko Kovac melakukan langkah berani dengan memasukkan Ramy Bensebaini di lini belakang, dan memberikan ban kapten kepada Julian Brandt.
Dortmund tampil sangat efisien meski Mainz sempat memberikan ancaman lewat Lee dan Silas, ketangguhan Gregor Kobel di bawah mistar gawang memastikan clean sheet tetap terjaga.
Kemenangan besar ini menjadi modal krusial bagi Dortmund, sebelum memasuki periode “jadwal neraka”. BVB dijadwalkan melakoni lima pertandingan dalam 16 hari ke depan.
Ujian sesungguhnya akan datang saat Si Hitam Kuning menjamu Atalanta di babak play-off kompetisi Eropa, sebelum terbang ke Leipzig untuk melakoni laga blockbuster Bundesliga. (*)
Baca juga :





