Inovasi RI di BRICS: Ajang Top yang Bikin Dunia Melirik!

Indonesia Buktikan Diri, Bukan Sekadar Konsumen Tapi Pencipta Solusi Global

Jakarta – Indonesia untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah Kompetisi Inovasi Industri BRICS 2025 Babak Nasional, yang resmi dibuka di Pusat Konferensi Universitas Podomoro, Jakarta. Acara ini menghadirkan lebih dari 40 tim inovasi dari berbagai universitas, lembaga penelitian, hingga perusahaan rintisan (startup).

Ajang yang mengusung tema “Melepaskan Potensi Kerjasama BRICS Besar, Mewujudkan Industrialisasi Inklusif dan Berkelanjutan” ini menjadi sorotan internasional setelah Indonesia bergabung sebagai anggota baru BRICS pada 2023.

Kompetisi ini membuktikan bahwa Indonesia bukan sekadar konsumen teknologi, tetapi juga pencipta solusi global,” ujar Syahril Ilhami, Asisten Khusus Presiden RI, pada keterangan resminya yang dikutip NewsLink Indonesia Rabu (20/8)

Lompatan Strategis Indonesia di BRICS

BRICS yang beranggotakan Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Ethiopia, Iran, dan Indonesia dikenal sebagai kekuatan pasar baru dunia. Indonesia, sebagai negara Asia Tenggara pertama yang bergabung, menjadikan kompetisi ini simbol partisipasi nyata dalam tata kelola industri global.

Direktur Pusat Kerja Sama Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok, Zheng Hong, menekankan pentingnya sinergi Indonesia dan Tiongkok.

Kerja sama kita bukan hanya soal teknologi, tetapi juga masa depan industri global yang lebih inklusif,” katanya.

Format Kompetisi dan Target

Kompetisi tingkat nasional ini mengadopsi sistem seleksi ketat. Setiap tim diberi waktu 10 menit presentasi dan 5 menit sesi tanya jawab, dengan penilaian berbasis empat dimensi: inovasi, teknologi, potensi pasar, dan kelayakan komersialisasi.
Tim pemenang akan mewakili Indonesia di final global di Xiamen, Tiongkok, September 2025 untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu, sekaligus berpeluang memperoleh dukungan dana inkubasi dari BRICS.

Kota Global, Ekonomi Global

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyebut kompetisi ini selaras dengan ambisi Jakarta menjadi kota global.

Membangun ekosistem inovasi yang kompetitif adalah syarat mutlak agar Jakarta tidak tertinggal dari kota global lain,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI), Teddy Sugianto, melihat peluang jangka panjang:

“Dengan BRICS, interaksi kita dengan Tiongkok dan negara anggota lain akan lebih erat. Volume kerja sama inovasi industri pasti akan berkembang.”

Selain adu inovasi, acara ini juga menggelar Dialog Meja Bundar Pengusaha BRICS, yang mempertemukan pemerintah, asosiasi bisnis, dan investor lintas negara. Forum ini diyakini menjadi fondasi bagi lahirnya kerja sama teknologi lintas batas di bidang kecerdasan buatan, industri hijau, hingga ekonomi rendah udara (low-altitude economy). (YA)

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *