Jakarta – Indonesia kembali menegaskan peran aktifnya di panggung global.
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla (JK), yang juga menjabat Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) & Palang Merah Indonesia (PMI), bertolak ke Roma, Italia.
Kepergian JK adalah untuk menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian Dunia (International Meeting for Peace) yang diselenggarakan oleh Komunitas Sant’Egidio.
Forum bergengsi bertema “Daring Peace” (Berani Mewujudkan Perdamaian) ini mempertemukan para pemimpin dunia, tokoh lintas agama, dan pegiat kemanusiaan.
Hadir dalam pertemuan itu Presiden Italia Sergio Mattarella dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, guna mencari solusi atas konflik global yang tak kunjung usai.
JK : ‘Perdamaian Tanpa Kekerasan’
Forum utama yang paling dinantikan adalah saat Jusuf Kalla tampil sebagai salah satu pembicara utama.
JK dijadwalkan berbicara pada Senin (27/10/25) dalam Forum 1 bertema “An Unarmed and Disarming Peace” di Teatro Olimpico, Roma.
Dalam forum ini, JK akan menyuarakan pandangannya yang kritis tentang pentingnya membangun perdamaian melalui jalur non-kekerasan, yaitu :
- Dialog dan Solidaritas: Pentingnya membangun jembatan komunikasi dan rasa persaudaraan antar umat manusia.
- Peran Tempat Ibadah: Menjadikan masjid (melalui DMI) dan tempat ibadah lainnya sebagai pusat penyebaran nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan sekadar tempat ritual.
- Perdamaian Tanpa Kekerasan: Fokus pada solusi diplomatis, kemanusiaan, dan akar masalah konflik.

JK akan berbagi panggung dengan tokoh-tokoh penting seperti Kardinal Fridolin Ambongo Besungu (Uskup Agung Kinshasa) dan Pierbattista Pizzaballa (Patriark Latin Yerusalem).
Kehadiran Indonesia di forum ini sangat kuat dan multidimensi, melibatkan beberapa tokoh kunci seperti :
- Prof. Nasaruddin Umar Menteri Agama yang akan menjadi pembicara dalam Forum 14, yang bertema “Remembering Pope Francis.”
- M. Arsjad Rasjid (Wakil Ketua Umum DMI) akan tampil dalam Forum 22 bertema “Economy and Solidarity.” Arsjad akan menyampaikan gagasan tentang pentingnya ekonomi berlandaskan solidaritas dan nilai kemanusiaan untuk mendorong kesejahteraan bersama.
- Hamid Awaluddin, mantan Menteri Hukum dan HAM RI, juga tercatat sebagai bagian dari delegasi.
Upacara Perdamaian Paus di Koloseum
Puncak rangkaian acara akan dilaksanakan Upacara Perdamaian (Peace Ceremony) di lokasi bersejarah Koloseum Roma.
Acara ini akan diawali dengan doa lintas agama, dan yang paling signifikan, akan dihadiri langsung Paus Leo XIV bersama para pemimpin agama dunia. Kehadiran mereka melambangkan komitmen global bersama terhadap perdamaian dan persaudaraan umat manusia.
Sementara pada acara pembukaan di Santa Cecilia Hall, akan menampilkan para pembicara utama dari berbagai latar belakang, termasuk:
- Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron.
- Ratu Belgia, Her Majesty Mathilde.
- Grand Syeikh Al-Azhar, Ahmed Al-Tayyeb.
- Penyintas bom atom Hiroshima, Kondo Koko.
Kehadiran Jusuf Kalla dan tokoh-tokoh Indonesia lainnya dalam forum yang didukung oleh Komunitas Sant’Egidio ini, membuktikan pengakuan dunia terhadap Indonesia sebagai negara yang sukses menjalankan pluralisme dan aktif memperjuangkan dialog lintas agama.
Partisipasi aktif Indonesia, khususnya melalui Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang dipimpin Jusuf Kalla, mengirimkan pesan kuat ke seluruh dunia.
Indonesia tidak hanya ingin damai di dalam negeri, tetapi juga berkomitmen untuk menyumbangkan nilai-nilai luhurnya bagi perdamaian global.
Dengan menjadikan masjid sebagai pusat peradaban, solidaritas, dan penyebaran nilai kemanusiaan, Indonesia menunjukkan model unik bagaimana agama dapat menjadi motor penggerak keadilan sosial dan persaudaraan sejati antar umat manusia di tengah berbagai konflik dan tantangan global.
Langkah ini adalah bukti nyata bahwa Indonesia berani mewujudkan perdamaian/Daring Peace. (GR)





