Kampus Tersandung Konflik, UCLA Harus Bayar Damai Kepada Mahasiswa Yahudi!

Mahasiswa Yahudi Menang Gugatan, Kampus Wajib Pastikan Akses Setara & Lingkungan Aman

Los Angeles, AS — Universitas ternama UCLA harus merogoh kocek $ 6,13 Juta (sekitar Rp. 100 Milyar)  setelah digugat tiga mahasiswa Yahudi dan seorang dosen yang merasa hak-haknya dilanggar saat protes besar-besaran pro-Palestina di kampus tahun 2024 lalu.

Kampus UCLA dituduh membiarkan aksi blokade akses ke ruang kelas dan fasilitas kampus. Hasilnya ? Gugatan menang, reputasi terguncang, dan sistem kampus harus berubah.

“UCLA gagal bertindak tepat waktu dan membiarkan situasi yang penuh intimidasi berlangsung,” kata Harmeet K. Dhillon, Asisten Jaksa Agung AS dari Divisi Hak Sipil DOJ, dalam siaran pers resmi pemerintah AS yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.

Kisah Panas di Balik Protes Kampus

Awalnya, UCLA berdalih mereka tidak bertanggung jawab karena yang memblokade akses adalah para demonstran, bukan otoritas kampus.

Namun, Hakim Federal, Mark Scarsi tak setuju. Ia menegaskan bahwa kampus tetap punya tanggung jawab atas lingkungan belajar yang aman dan inklusif.

Putusannya jadi yang pertama di AS yang menjatuhkan sanksi atas penanganan protes anti-Israel di universitas negeri.

Bukan cuma blokade, tapi insiden kekerasan juga sempat pecah. Massa kontra-protes melempari tenda pro-Palestina dengan kerucut jalan dan menyemprotkan gas merica.

Lebih dari 12 orang terluka. Besoknya, lebih dari 200 orang ditangkap.

Menariknya, pemerintahan Presiden Donald Trump juga ikut masuk ke pusaran. Mereka bahkan ikut menggugat UCLA dan membuka penyelidikan antisemitisme di kampus lain seperti Columbia, UC Berkeley, dan Northwestern.

Columbia sendiri baru-baru ini setuju bayar $ 200 Juta dalam penyelesaian kasus serupa dan harus mengembalikan dana riset senilai lebih dari $ 400 Juta.

Format damai ini akan jadi template nasional untuk kampus lain, yang gagal menjaga hak mahasiswa.

UCLA akhirnya tunduk pada keputusan dan sepakat memberi jaminan bahwa seluruh mahasiswa Yahudi, dosen, dan staf tak akan lagi dikecualikan dari aktivitas kampus apa pun.

“Kesepakatan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menciptakan kampus yang aman dan inklusif bagi semua,” kata Janet Reilly, Ketua Dewan Regents UC seperti dikutip AP News.

Dari total dana damai, $ 2,3 Juta akan disalurkan ke delapan organisasi yang bergerak melawan antisemitisme.

Namun drama belum usai. Kini, 35 mahasiswa pro-Palestina, jurnalis, dan aktivis juga menggugat UCLA. Mereka menuduh kampus gagal melindungi peserta demonstrasi dari serangan dan kekerasan. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *