Koperasi Merah Putih: Jurus Prabowo-Amran Hancurkan Tengkulak

Diresmikan di Klaten, program ini targetkan 80.000 koperasi desa sebagai benteng distribusi pangan yang adil dan berpihak pada petani.

Klaten – Di bawah terik matahari Desa Bentangan, Kabupaten Klaten, ribuan warga berkumpul menyaksikan sejarah kecil yang mungkin akan berdampak besar bagi perekonomian desa di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), sebuah program ambisius yang menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di desa dan kelurahan sebagai simpul distribusi pangan nasional.

Yang membuat peluncuran ini berbeda adalah bukan sekadar seremoni, tapi deklarasi perang terhadap praktik kotor yang selama ini menyandera petani dan konsumen di akar rumput, seperti tengkulak, mafia pangan, dan manipulasi kualitas pangan.

Koperasi: Solusi Nyata, Bukan Sekadar Wacana

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yang mendampingi Presiden dalam peluncuran tersebut, menegaskan bahwa program ini bukan hanya visi politik, melainkan langkah strategis memperbaiki tata niaga pangan nasional.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman : Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) langkah strategis memperkuat sistem distribusi pangan yang lebih adil (Foto : Dok Kementan)

Koperasi adalah solusi konkret untuk memotong jalur panjang distribusi pangan. Kalau koperasi desa kuat, petani tidak lagi dijepit tengkulak atau mafia. Ini momentum kebangkitan ekonomi desa,” kata Amran dalam keterangan resminya, Senin (21/7).

Amran yang dikenal vokal sejak menjabat Menteri Pertanian di periode sebelumnya, kembali menyoroti praktik curang di sektor pangan, mulai dari pupuk oplosan, beras palsu, hingga minyak goreng dengan isi tak sesuai takaran. Ia menegaskan koperasi desa akan menjadi filter utama terhadap praktik-praktik tersebut.

Tidak boleh ada lagi praktik yang merugikan petani. Koperasi desa harus jadi simpul baru yang sehat dalam tata niaga pangan nasional,” tambah Amran dihadapan wartawan

Distribusi Pangan: Masalah Lama yang Belum Usai

Menurut data Badan Pangan Nasional, sekitar 33% harga pangan naik akibat rantai distribusi yang terlalu panjang dan tidak efisien. Salah satu penyebabnya adalah dominasi tengkulak dan pengusaha besar yang memonopoli distribusi, sehingga petani sering menjual hasil panennya dengan harga rendah sementara konsumen membeli dengan harga tinggi.

Program KDMP ini diyakini mampu menghubungkan langsung petani ke pasar konsumen melalui koperasi, memangkas jalur distribusi dan mengembalikan margin keuntungan kepada petani.

Gotong Royong: Semangat Ekonomi Kerakyatan

Presiden Prabowo dalam pidatonya mengangkat filosofi koperasi sebagai bentuk gotong royong ekonomi rakyat kecil. Ia mengibaratkan koperasi seperti seikat lidi: satu batang mudah dipatahkan, tapi jika bersatu akan menjadi kuat dan kokoh.

Koperasi itu kekuatan rakyat kecil. Kalau bersatu dan dikelola dengan baik, kekuatannya luar biasa,” ujar Prabowo di hadapan warga Klaten.

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Percepat Pemenuhan Gizi dan Pembangunan Infrastruktur Ekonomi Desa (Foto : Dok.Sekneg)

Ia pun menyinggung praktik curang di sektor pangan yang marak, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Bahkan, Malaysia tengah dihebohkan oleh skandal serupa, yakni beras kualitas rendah dikemas ulang menjadi premium.

Banyak yang nakal. Beras biasa diganti saja stempelnya jadi beras premium. Tapi ini harus kita tertibkan,” tegas Prabowo.

Target Ambisius: 80.000 Koperasi, Siapkah Kita?

Program KDMP akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini Indonesia memiliki sekitar 127.000 koperasi aktif, namun hanya sebagian kecil yang fokus pada sektor pangan. KDMP akan mengisi kekosongan ini dengan membentuk koperasi-koperasi baru di setiap desa dan kelurahan, yang akan terhubung langsung dengan sistem distribusi pangan nasional. (YA)

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *