Jakarta – Para ilmuwan baru saja menemukan bukti kuat bahwa secangkir kopi pagi Kamu bukan sekadar penambah energi, melainkan kunci potensial dalam riset diabetes tipe 2.
Penelitian terbaru mengungkapkan adanya senyawa khusus dalam biji kopi yang mampu menghambat kerja enzim penyebab lonjakan gula darah.
Laporan dari Kunming Institute of Botany, China, yang dipublikasikan dalam jurnal Beverage Plant Research, menyoroti interaksi kopi dengan enzim bernama alpha-glucosidase.
Di dalam tubuh, enzim ini bertugas memecah karbohidrat menjadi gula darah; dengan memperlambat proses ini, risiko lonjakan glukosa setelah makan dapat ditekan secara signifikan.
Temuan di Balik Minyak Kopi
Tim peneliti menggunakan biji kopi Arabika dari Provinsi Yunnan yang dipanggang pada level medium roast.
Mereka berfokus pada kandungan diterpenes, yaitu senyawa alami yang memberikan tampilan berminyak pada permukaan kopi.

Dari hasil ekstraksi laboratorium, ditemukan fakta menarik:
- Identifikasi Senyawa Baru: Peneliti menemukan komponen kopi yang sebelumnya tidak pernah terdeteksi.
- Penghambat Enzim: Terdapat tiga senyawa spesifik yang terbukti efektif memperlambat aktivitas enzim alpha-glucosidase.
- Cara Kerja Medis: Mekanisme penghambatan ini serupa dengan cara kerja beberapa obat diabetes tipe 2 yang saat ini beredar di pasaran.
So..kopi Kamu ternyata Bukan Sekadar Kafein saja, Berdasarkan Analisis riset lain yang dirilis oleh Media Food & Wine asal New York Amerika Serikat pada tahun 2025 menunjukkan bahwa kopi hitam, baik yang mengandung kafein maupun decaf, tetap memberikan perlindungan bagi tubuh.
Hal ini disebabkan oleh kandungan polifenol yang melimpah dalam biji kopi. Zat antioksidan ini membantu mengatur kadar gula darah sekaligus menekan peradangan (inflamasi) kronis pada tubuh.
“Konsumsi kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 sekitar 20 hingga 30 persen berdasarkan studi observasional,” tulis laporan tersebut.
Catatan Penting untuk Pecinta Kopi
Meski temuan ini sangat menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa kopi bukanlah obat pengganti untuk penderita diabetes.

Riset ini masih dilakukan dalam skala laboratorium dan memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.
Faktor-faktor yang perlu Kamu Perhatikan:
- Efek pada Tubuh: Belum diketahui secara pasti apakah senyawa ini bekerja efektif setelah melewati sistem pencernaan manusia.
- Dosis Tepat: Belum ada standar pasti berapa banyak cangkir yang harus diminum untuk mendapatkan manfaat medis tersebut.
- Kopi Murni: Manfaat ini merujuk pada kopi hitam tanpa tambahan gula atau krimer yang berlebihan.
Setidaknya, bagi Kamu yang hobi nongkrong sambil menikmati manual brew, kabar ini menjadi alasan tambahan untuk lebih menghargai setiap sesapan kopi Kamu.(NR)





