Lini Tengah Juventus Berubah Jadi Eksekutor Mematikan Versus Benfica!

Champions League: Tembok Turin Tak Terbendung, Si Nyonya Tua Bungkam Benfica 2-0

Turin, Italia Juventus sukses menjaga martabat Italia di kancah Eropa setelah mengandaskan perlawanan Benfica dengan skor 2-0 dalam lanjutan Matchday 7 Fase Liga Champions, pada Kamis (22/01/26) dinihari.

Bermain di Allianz Stadium yang dipenuhi atmosfer hitam-putih, dua gol kemenangan Bianconeri lahir dari kreasi lini tengah melalui Khephren Thuram dan Weston McKennie.

Kemenangan ini menjadi sangat emosional bagi skuad asuhan Luciano Spalletti.

Pasalnya, hasil ini menandai kemenangan ketiga beruntun mereka di Liga Champions musim ini, sekaligus memperkokoh posisi Juventus di papan atas klasemen sementara demi mengamankan tiket fase gugur.

Dominasi Tanpa Henti 

Sejak peluit awal dibunyikan, Juventus langsung memamerkan niat serius mereka untuk menguasai laga. Kenan Yildiz, sang pemilik nomor 10 yang baru, menjadi sosok paling menonjol di lapangan.

Ia berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Benfica lewat pergerakan lincah dan tembakan kerasnya, meski gawang tim tamu masih belum bergetar di babak pertama.

Benfica bukannya tanpa perlawanan. Mereka sempat mengancam melalui Heorhiy Sudakov, namun kiper Michele Di Gregorio tampil bak tembok kokoh di bawah mistar.

Soliditas Lloyd Kelly di lini belakang, juga memastikan setiap serangan balik cepat tim tamu berhasil diredam dengan bersih sebelum turun minum.

Juventus vs Benfica – Foto: Dok. Juventus

Ledakan Lini Tengah

Memasuki babak kedua, kebuntuan akhirnya pecah. Thuram menunjukkan kelasnya setelah melakukan kerja sama satu-dua yang apik dengan Jonathan David.

  • Khephren Thuram dengan tenang membawa bola ke dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan presisi ke pojok bawah gawang yang membuat penonton di Allianz Stadium bersorak histeris.
  • Tak butuh waktu lama bagi Juventus untuk menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Weston McKennie yang mencatatkan namanya di papan skor.
  • Memanfaatkan pantulan bola dari Jonathan David yang bermain sebagai “tembok” pemantul, McKennie berhasil mengecoh kiper Benfica dengan penyelesaian dingin.
  • Benfica mendapat satu kesempatan untuk memperkecil defisit gol, namun Di Gregorio menjaga kesucian gawangnya dengan menggagalkan penalti Vangelis Pavlidis di menit-menit akhir.

Pertahanan kokoh Si Nyonya Tua asuhan Spalletti, memastikan tiga poin aman tanpa kebobolan dengan kemenangan 2-0 atas wakil Portugal tersebut.

Juventus vs Benfica – Foto: Dok. Juventus

Dalam sesi konferensi pers usai laga, Pelatih Juventus, Luciano Spalletti memuji determinasi anak asuhnya.

“Ini adalah pertandingan yang seimbang, tapi kami menunjukkan sikap yang tepat. Kami harus berjuang keras membongkar kotak penalti lawan yang sangat rapat, dan saya senang para pemain berhasil melakukannya,” ungkap Spalletti dengan puas dikutip dari Situs Resmi Juventus.

Khephren Thuram, sang pencetak gol pembuka, juga menambahkan bahwa kemenangan adalah satu-satunya harga mati di Juventus.

“Saat Anda mengenakan jersey ini, niatnya selalu menang, terutama di Liga Champions. Kami ingin melangkah sejauh mungkin,” tegas pemain asal Prancis tersebut.

Hat-trick kemenangan beruntun ini adalah bukti nyata evolusi taktik Spalletti yang mulai matang. Jalan menuju babak gugur kini terbuka lebar, dan dunia patut waspada: Si Nyonya Tua telah kembali ke puncak performanya. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *