Belem, Brasil – Mangueirao berubah menjadi panggung sandiwara yang kejam bagi tuan rumah, pada Jumat (13/03/26).
Fluminense datang bukan untuk mengetuk pintu, melainkan untuk mendobrak gerbang pertahanan Remo dengan presisi seorang pembunuh bayaran.
Skor 2-0 mungkin terlihat seperti angka biasa, namun bagi Luis Zubeldia, ini adalah adegan laga yang dikoreografi dengan sempurna.
Sebuah dominasi total yang membungkam ribuan pasang mata lawan, sejak detak jantung pertama pertandingan dimulai. Hasil itu membuat Fluminense meroket ke posisi ke-3 klasemen dengan 10 poin.
Kudeta di Sepertiga Akhir
Awalnya, kedua tim saling mengintai, layaknya dua petarung yang enggan melepaskan pukulan pertama. Namun, Kennedy menolak untuk bermain aman.
- Pada menit ke-12, setelah serangkaian manuver estetis dari Savarino, sang nomor 9 itu berdiri seperti tembok kokoh—seorang pivot yang mematikan.
- John Kennedy tidak hanya membelokkan bola kiriman Rene ke dalam gawang, ia membelokkan takdir Remo pada laga itu.
Keunggulan satu gol adalah bensin bagi mesin Fluminense. Canobbio hampir saja meruntuhkan gawang lawan ketika tembakan kaki kirinya menghantam mistar.
Sebuah dentuman yang bergema di seluruh stadion, menandakan bahwa serangan Fluminense adalah ancaman yang nyata, bukan sekadar gertakan.
Memasuki babak kedua, Fluminense tidak mengendurkan cengkeraman. Lucho Acosta dan Savarino bermain seperti sepasang bayangan yang menghantui lini tengah Remo.
- Klimaks terjadi saat Acosta mengirimkan umpan silang yang begitu puitis, seolah-olah bola telah dipesan untuk menemui dahi Canobbio.
- Sundulan Agustin Canobbio itu mengoyak jaring gawang, menggandakan derita tuan rumah, dan memastikan bahwa tiga poin akan terbang kembali ke Rio.
Di sisa laga, debutan Rodrigo Castillo sempat mencoba menuliskan namanya di papan skor, namun layar pertandingan terlanjur menjadi milik dominasi mutlak Tricolor.
Mereka tidak hanya memenangkan laga, tapi mengelola waktu, memainkan operan demi operan yang membuat pemain Remo seolah berlari mengejar bayangan mereka sendiri.
Sementara itu, di sudut lain Brasil, Sao Paulo juga sedang menulis naskah kemenangannya sendiri.
Di tengah guyuran hujan lebat yang mengubah lapangan Caninde menjadi medan laga yang brutal, Sao Paulo secara perlahan meruntuhkan perlawanan Chapecoense.
Gol dari Luciano dan Calleri memastikan kemenangan 2-0 yang krusial, sebuah hasil yang melontarkan Sao Paulo ke puncak singgasana klasemen sementara Brasileirao. (*)
Hasil Lainnya Liga Brasil :
- Sao Paulo vs Chapecoense AF: 2-0
- Gremio vs Red Bull Bragantino: 1-1
Baca juga :





