Madrid, Spanyol – Timnas Maroko berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 dalam laga persahabatan melawan Ekuador yang berlangsung di Stadion Metropolitano, Madrid.
Gol telat Neil El Aynaoui pada menit ke-88 menyelamatkan debut pelatih Mohamed Ouahbi sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan “Singa Atlas” menjadi 25 laga, di tengah situasi panas sengketa gelar juara Piala Afrika (AFCON) dengan Senegal.
Maroko, yang baru saja dinobatkan sebagai juara Afrika melalui keputusan meja hijau pekan lalu, tampil di bawah asuhan Mohamed Ouahbi untuk pertama kalinya.
Meski mendominasi penguasaan bola, mereka tertinggal lebih dulu melalui gol John Yeboah di awal babak kedua sebelum akhirnya drama di menit-menit akhir menyelamatkan mereka dari kekalahan pertama sejak Januari.
Kebuntuan & Ledakan Yeboah
Pertandingan yang disaksikan lebih dari 50.000 pasang mata ini, berlangsung alot sejak sepak mula.
Ekuador, yang diperkuat bintang Chelsea Moises Caicedo, tampil solid secara taktikal dan berhasil meredam kreativitas pengatur serangan Real Madrid, Brahim Diaz.
Meski Brahim dan Achraf Hakimi mencoba beberapa kali membongkar pertahanan lawan, babak pertama berakhir tanpa gol. Petaka bagi Maroko datang tepat tiga menit setelah babak kedua dimulai.

- Penyerang Venezia, John Yeboah, melepaskan tembakan melengkung mematikan ke pojok kiri bawah gawang Yassine Bounou, membawa Ekuador unggul 1-0.
- Upaya Maroko untuk bangkit sempat menemui jalan buntu dan penuh drama. Tekanan hebat “Singa Atlas” sempat membuahkan penalti ketika Neil El Aynaoui dijatuhkan di kotak terlarang.
- Namun, eksekusi El Aynaoui berhasil ditepis kiper Ekuador, Hernan Galindez. Meski bola rebound sempat disambar Mohamed Hrimat dan masuk ke gawang, perayaan suporter Maroko mendadak senyap.
- Wasit menganulir gol tersebut setelah meninjau VAR karena pelanggaran encroachment (pemain masuk kotak penalti sebelum bola ditendang).
- Beruntung, Neil El Aynaoui berhasil membayar kesalahannya, dengan gol penyeimbang di menit ke-88, dan memaksa hasil seri bagi kedua tim 1-1.
Maroko kini mencatatkan 25 laga tanpa kekalahan, meski kemenangan atas Senegal di AFCON lalu masih menjadi perdebatan hukum.
Pertandingan berlangsung di bawah bayang-bayang tuntutan hukum Senegal, yang bersikeras mempertahankan trofi juara Afrika mereka.
Laga ini menjadi pengingat bagi Ouahbi bahwa “Singa Atlas” harus tampil lebih tajam jika ingin mengulangi kesuksesan sejarah di Qatar 2022.
Sementara Ekuador memberikan ujian fisik dan mental yang setara, dengan lawan-lawan di putaran final Piala Dunia mendatang. (*)
Baca juga :





