Masih Ada 73% Pemudik Belum Balik ke Bali, Kemenhub Siapkan Kapal Tambahan!

Siaga Gelombang Dua, Strategi "Perang" Kapal di Lintas Ketapang (Banyuwangi) - Gilimanuk (Bali)

Banyuwangi – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, resmi mematangkan strategi khusus untuk menghadapi puncak arus balik gelombang dua angkutan Lebaran 2026.

Dalam rapat koordinasi di Pelabuhan Ketapang, Kamis (26/03/26), pemerintah memprediksi masih ada 73% kendaraan yang belum kembali ke Bali.

Fokus utama kini tertuju pada optimalisasi layanan penyeberangan Ketapang menuju Gilimanuk, guna mencegah kemacetan total di ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Tiba-Bongkar-Berangkat & V/C Ratio

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menegaskan bahwa kecepatan pengambilan keputusan di lapangan adalah harga mati.

Kemenhub memberlakukan mekanisme Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) dengan parameter V/C Ratio (perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas) maksimal di angka 0,6.

“Kita harus memprioritaskan layanan penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk. Keputusan harus diambil secara cepat dan jangan terlambat sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas Dirjen Aan saat memberikan arahan kepada seluruh pemangku kepentingan di Banyuwangi.

Menambah Armada Kapal

Salah satu poin krusial dalam strategi tahun ini adalah fleksibilitas jumlah armada kapal. Kemenhub telah menyiapkan skema bertahap berdasarkan tingkat kepadatan penumpang di pelabuhan, yaitu :

  • Kondisi Normal: Mengoperasikan 28 kapal.
  • Kondisi Padat: Ditingkatkan menjadi 30 kapal.
  • Kondisi Sangat Padat: Disiagakan hingga 32 kapal.
  • Opsi Darurat: Jika situasi mendesak, jumlah kapal bisa ditambah hingga 35-40 unit, termasuk bantuan 2 kapal besar dengan kapasitas 60-80 kendaraan.

Selain armada, pemerintah juga mengoptimalkan buffer zone dan delaying system. Untuk kendaraan roda empat dan bus, lokasi parkir dialokasikan di Gran Watudodol dan Bulusan.

Sementara itu, kendaraan barang diarahkan ke Terminal Sri Tanjung serta kantong parkir PT Pusri dan Pelindo.

Berdasarkan data PT ASDP Indonesia Ferry, arus balik kali ini masih menyimpan potensi lonjakan yang masif. Hingga H+3, tercatat baru sekitar 41.526 kendaraan yang menyeberang ke Bali, angka ini mencakup :

  • Roda dua (24.093 unit)
  • Roda empat (14.179 unit)
  • Bus (927 unit)
  • Truk (2.327 unit)

Masalahnya, masih ada sekitar 114.255 kendaraan atau 73% dari total pemudik yang terpantau belum kembali ke Pulau Dewata. ASDP memprediksi puncak arus balik tertinggi akan jatuh pada H+6 atau Sabtu, 28 Maret 2026.

Sinergi antara TNI/Polri, Dinas Perhubungan, dan operator pelabuhan kini diperketat untuk memastikan keamanan dan kelancaran di titik krusial tersebut.

Perjalanan balik bukan sekadar soal sampai ke tujuan, melainkan tentang bagaimana kita mengelola kesabaran di tengah kepadatan.

Dengan strategi penambahan kapal yang agresif dan pengaturan zona parkir yang lebih rapi, pemerintah berupaya memastikan tidak ada pemudik yang tertahan terlalu lama di Ketapang. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *