Peshawar, Pakistan – Di ketinggian yang memukau namun mematikan, di Pegunungan Karakoram Pakistan, sebuah kisah tragis menimpa seorang pahlawan olahraga.
Laura Dahlmeier, atlet biathlon peraih medali emas Olimpiade, harus mengakhiri perjalanannya di puncak gunung, meninggalkan duka mendalam bagi dunia olahraga.
Dunia olahraga pun berduka atas kabar meninggalnya Laura Dahlmeier, mantan atlet biathlon asal Jerman yang pernah meraih medali emas Olimpiade.
Dahlmeier dinyatakan tewas pada Rabu (30/07/25), setelah terdampar di sebuah puncak di bagian utara Pakistan. Sebuah insiden tragis yang menjadi pengingat akan bahaya ekstrem dalam olahraga pendakian.
Dilansir dari AP News, pada Senin (28/07/25), saat mendaki Puncak Laila di Pegunungan Karakoram, Dahlmeier terluka akibat runtuhan batu di ketinggian sekitar 5.700 meter.
Rekan pendakinya, Marina Eva, berjuang keras selama beberapa jam untuk menyelamatkannya. Namun, medan yang sulit dan longsoran batu yang terus-menerus membuat upaya penyelamatan gagal.
Eva akhirnya memutuskan untuk turun menuju base camp dan meminta bantuan kepada pihak berwenang setempat.
“Rekan Dahlmeier, yang tidak lagi mendengar tanda-tanda kehidupan, akhirnya memutuskan untuk meninggalkan zona bahaya dan melanjutkan penurunannya,” demikian bunyi pernyataan dari Akun Instagram Resmi Dahlmeier, menggambarkan momen-momen terakhir yang penuh perjuangan.
Menurut laporan AP News, Faizullah Faraq, Juru Bicara Pemerintah Daerah Gilgit-Baltistan mengatakan bahwa, “Helikopter militer awalnya disiagakan untuk membantu operasi penyelamatan. Namun, buruknya jarak pandang dan kondisi cuaca ekstrem membuat helikopter tidak mampu dikerahkan, menghambat upaya cepat untuk mencapai lokasi.”
Akhirnya, pada hari Rabu, tim penyelamat mengonfirmasi kematian Dahlmeier. Meskipun demikian, Faraq menyatakan bahwa hingga kini, jenazahnya belum dapat dievakuasi akibat kondisi cuaca yang masih buruk di ketinggian tersebut.
Keinginan Terakhir & Penghormatan Keluarga
Faraq menambahkan bahwa keputusan akhir mengenai penanganan jenazah Dahlmeier akan ditentukan oleh keluarganya.
Sebuah pernyataan di Akun Instagram Resmi Dahlmeier mengungkapkan keinginan sang atlet yang menyentuh hati.
“Ia berharap tidak ada yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menjemput jenazahnya apabila ia terlibat dalam sebuah kecelakaan fatal.”
Dalam pernyataan yang sama, keluarga Dahlmeier juga menyampaikan terima kasih yang tulus kepada tim penyelamat dan pendaki, yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkannya.
Di Pakistan, jenazah pendaki asing yang meninggal saat mencoba menaklukkan puncak gunung biasanya akan dikembalikan atas permintaan keluarga.
Namun, apabila pihak keluarga menolak bantuan evakuasi karena alasan tertentu, jenazah akan ditinggalkan di lokasi tempat mereka meninggal dunia.
Kiprah Gemilang Sang Ratu Biathlon
Laura Dahlmeier adalah nama besar di dunia biathlon. Ia merupakan mantan atlet biathlon yang pernah berpartisipasi dalam ajang Olimpiade Musim Dingin 2014 dan 2018.
Puncak karirnya terjadi di Olimpiade Pyeongchang 2018, di mana Dahlmeier berhasil meraih dua medali emas dan satu medali perunggu, menjadikannya salah satu atlet paling berprestasi di ajang tersebut.

Tak hanya itu, Dahlmeier juga mengukir dominasi di Biathlon World Championships, dengan mengoleksi total :
- 7 Medali emas
- 3 Medali perak
- 5 Medali perunggu
Pada Mei 2019, di usia yang relatif muda, 25 tahun, Dahlmeier mengejutkan dunia dengan mengumumkan keputusannya untuk pensiun dari dunia biathlon profesional, memilih untuk mengejar minat lain, termasuk pendakian gunung.
Kepergian Laura Dahlmeier adalah kehilangan besar bagi dunia olahraga dan komunitas pendaki gunung. Ia dikenang bukan hanya sebagai atlet berprestasi, tetapi juga sebagai sosok yang berani mengejar passion di luar zona nyamannya.
Kisah tragisnya di Puncak Laila menjadi pengingat keras akan keindahan sekaligus bahaya yang mengintai di setiap puncak gunung, sekaligus menggarisbawahi semangat petualangan yang tak pernah padam dari seorang juara sejati. (VT)





