Los Angeles, AS – Layar di London telah tertutup, namun panggung baru di Los Angeles kini terbuka lebar.
Setelah satu dekade mengabdi, seorang legenda sepakbola Asia kini memulai petualangan baru, menukar kabut dingin Inggris dengan sinar matahari California. Ini adalah babak baru dalam karier Heung-Min Son, yang kini siap menaklukkan kancah sepakbola Amerika Serikat.
Setelah perpisahan yang penuh haru dengan Tottenham Hotspur, Heung-Min Son secara resmi diumumkan sebagai pemain baru Los Angeles FC (LAFC) pada hari Kamis (07/08/25).
Kepindahan ini tidak hanya menjadi babak baru bagi Son, tetapi juga mencetak sejarah baru di kompetisi Major League Soccer (MLS).
Menurut laporan dari Sports Illustrated, LAFC berhasil mendatangkan bintang asal Korea Selatan tersebut dengan biaya transfer fantastis sebesar 26,5 Juta US Dollar (sekitar Rp 434 Miliar).
Angka ini menjadikannya pemain termahal dalam sejarah MLS, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Emmanuel Latte Lath dari Atlanta United.
Son akan terikat kontrak dengan LAFC hingga tahun 2027, dengan opsi perpanjangan hingga Juni 2029. Ia akan kembali bertemu dengan mantan rekan setimnya di Tottenham, Kiper Prancis Hugo Lloris, yang lebih dulu bergabung dengan LAFC pada tahun 2024.

Antusiasme Klub Baru
Son tidak menyembunyikan antusiasmenya untuk tantangan baru ini. Dikutip dari Situs Resmi LAFC, ia menyampaikan ambisi besarnya.
“Saya sangat bangga bergabung dengan LAFC, klub dengan ambisi besar di salah satu kota olahraga paling ikonik di dunia. Los Angeles memiliki sejarah juara yang begitu kaya, dan saya di sini untuk membantu menulis babak selanjutnya. Saya bersemangat untuk tantangan baru ini di MLS. Saya datang ke LA untuk mengangkat trofi dan memberikan segalanya untuk klub ini, kota ini, dan para penggemarnya. Saya tidak sabar untuk memulai,” ujar Son.
Sebelum pengumuman resminya, Son sempat menyaksikan pertandingan klub barunya dari bangku penonton, di mana LAFC berhasil meraih kemenangan 2-1 atas klub Meksiko, Tigres UANL, dalam ajang Leagues Cup.
Kehadiran Son di MLS adalah sebuah pernyataan besar. Ini bukan sekadar transfer pemain, melainkan sinyal kuat bahwa MLS kini menjadi tujuan menarik bagi pemain-pemain top dunia.
Dengan reputasi dan pengaruh global yang dimilikinya, Son diharapkan tidak hanya akan meningkatkan performa LAFC di lapangan, tetapi juga mendongkrak popularitas liga dan klub di pasar internasional.
Kepindahan ini mengakhiri sebuah era gemilang bagi Son di London dan memulai babak baru yang menjanjikan di Los Angeles.
Dengan ambisi besar untuk meraih trofi, Son siap membawa warisan dan mental juara yang ia miliki untuk mengukir sejarah di kancah sepakbola Amerika. (VT)
Baca juga :





