Porto, Portugal – Portugal menggenggam tiket Piala Dunia 2026 mereka dengan sebuah gaya luar biasa.
Berhadapan melawan Armenia pada Senin (17/11/25), meskipun bermain tanpa Cristiano Ronaldo, Portugal tetap tampil dengan penuh keganasan dan berhasil mempermalukan tamu mereka dengan skor telak 9-1.
Kebuntuan skor langsung dipecahkan oleh Portugal, yang tidak membuang waktu untuk merobek gawang Armenia, tidak lama setelah kick-off.
- 7’: Bruno Fernandes melepaskan sebuah tendangan bebas yang dicegat oleh Henri Avagyan, namun bola muntah tersebut berhasil dipandu kembali menuju dalam gawang oleh sundulan Renato Veiga.
Gol tersebut membantu Portugal mengendalikan tempo permainan dalam periode awal ini. Namun, Armenia, yang sejak awal tampil lebih sunyi, mampu mengerahkan sebuah serangan yang berbuah gol penyimbang skor.
- 18’: Grant-Leon Ranos melesat dari sisi kanan dan mengirim umpan silang kepada Eduard Spertsyan, yang menuntaskannya dari jarak dekat.
Gol tersebut sempat memberikan harapan kecil kepada Armenia. Akan tetapi, tempo permainan masih dikendalikan oleh Portugal.
Lantas, Portugal tidak memiliki masalah untuk merebut kembali keunggulan mereka dengan dua gol dalam rentang waktu dua menit.
- 28’: Dengan naluri tajam, Goncalo Ramos mencuri sebuah umpan yang ditujukan kepada Avagyan. Ramos bergerak di hadapan sang kiper, dan dengan mudah memandu bola menuju dalam gawang.
- 30’: Tanpa memberikan Armenia waktu untuk bernafas, Portugal kembali menjebol gawang tim tamu melalui sebuah serangan balik yang melibatkan kerja sama indah.
- Nelson Semedo merebut bola dari pemain Armenia dan usai melewati tekanan lawannya, Semedo mengumpan bola kepada Vitinha, yang meneruskannya ke arah Bruno Fernandes.
- Melihat Joao Neves yang melesat menuju gawang, Fernandes tanpa ragu mengirim bola kepada Neves, yang langsung menuntaskannya dengan sebuah tendangan matang.
Seluruh aksi tersebut hanya sekedar pembukaan badai Portugal, yang tidak menunjukkan belas kasihan dan terus menggempur Armenia.
Masih belum puas dengan tiga gol, Portugal menutup babak ini dengan dua gol tambahan.
- 41’: Untuk kedua kalinya, nama Joao Neves kembali diukir di papan skor. Kali ini, Neves membobol sang tamu dengan sebuah tendangan bebas cantik yang melengkung menuju dalam gawang Armenia.
- 45+3’: Usai memainkan peran pendukung dalam seluruh babak ini, Bruno Fernandes akhirnya ikut mencantumkan namanya dalam papan skor, berkat penalti Portugal yang diterima usai pelanggaran Sergey Muradyan terhadap Ruben Dias.
- Fernandes dipercayakan sebagai eksekutor dari titik putih, dan dengan penuh ketenangan, gelandang Manchester United tersebut sukses melaksanakan tugasnya.
Dengan kedudukan yang menunjukkan skor 5-1 dan dominasi total Portugal di lapangan, kemenangan jelas sudah berada di tangan pihak tuan rumah.
Para penonton mungkin menyangka bahwa Portugal akan bermain dengan lebih santai. Namun, keunggulan dengan lima gol masih belum cukup bagi Portugal, yang memulai babak kedua dengan penguasaan bola tinggi.
Armenia sempat mendorong sang tuan rumah dengan tekanan balik, namun pada akhirnya, upaya tersebut tidak berarti ketika Portugal mencetak gol ke-6 mereka.
- 52’: Bermain umpan satu-dua dengan Goncalo Ramos, Bruno Fernandes berhasil menyelip melewati pertahankan Armenia dan dalam momen sempurna, melepaskan tembakan rendah yang melesat ke dalam gawang.
Kini, tempo permainan dikuasai penuh oleh Portugal. Pasukan Selecao menggempur pertahanan Armenia tanpa ampun, selagi tim tamu hanya bisa pasrah dibawah hujan serangan tuan rumah.
Walaupun semakin mendekati penghujung pertandingan, Portugal tetap melanjutkan serangan mematikan mereka.
Pada akhirnya, Selecao menutup laga miring ini dengan momen yang diwarnai oleh tiga gol, dimana dua pemain mereka juga berhasil mengamankan hattrick.
- 72’: Untuk kedua kalinya, Portugal mendapatkan hadiah penalti, kali ini setelah Sergei Muradian melanggar Carlos Forbs.
- Bruno Fernandes kembali ditunjuk untuk melaksanakan tendangan tersebut. Serupa dengan gol pertamanya, Fernandes berhasil menaklukkan sang kiper dan meraih hattrick dalam laga ini.
- 81’: Tidak ingin kalah dengan Fernandes, Joao Neves juga menggenggam hattrick nya usai merobek gawang Armenia dengan sebuah tendangan voli yang menghantam sudut bawah gawang.
- 90+2’: Francisco Conceicao menjadi nama terakhir yang tercatat dalam papan skor. Setelah dibantu oleh umpan Joao Felix, Conceicao mengirim sebuah tembakan dari tepi kotak penalti yang berhasil melesat melewati Avagyan.

Sembilan gol luar biasa yang mengamankan tempat Portugal dalam ajang Piala Dunia 2026. Meskipun harus bermain tanpa kehadiran salah satu legenda mereka, Portugal tetap menunjukkan determinasi tinggi dan memberikan penampilan luar biasa.
Salah satu pemain yang memainkan peran besar dalam kemenangan telak tersebut adalah Bruno Fernandes.

Dengan catatan hattrick, sebuah assist, dan kerja kerasnya dalam tempo permainan Selecao, Fernandes memberikan penampilan yang bisa dianggap sempurna.
“Kami selalu ingin menang dengan cara yang sama: menyakinkan dan mengendalikan permainan.” ucap Fernandes kepada Sport TV.
“Itu tidak selalu memungkinkan, tetapi hari ini kami efektif dan meraih kemenangan yang bagus, yang merupakan hal terpenting. Hasilnya adalah kami lolos ke Piala Dunia.”
Kemenangan tersebut menempatkan Portugal sebagai juara grup F, diatas Irlandia yang mengamankan posisi kedua dan kursi babak Play-Offs.
Partisipasi Portugal dalam ajang tahun depan akan menandai kehadiran ke-9 mereka di panggung Piala Dunia. (VT)
Hasil Lainnya Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa
- Grup F: Hungaria 2-3 Irlandia
Klasemen Akhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa
| Pos | Tim – Grup F | Poin |
| 1 | Portugal (Lolos) | 13 |
| 2 | Irlandia (Play-Offs) | 10 |
| 3 | Hungaria (Gugur) | 8 |
| 4 | Armenia (Gugur) | 3 |
Baca juga :





