Liverpool, Inggris – Minggu (01/02/26) dinihari, di bawah langit Anfield yang bergemuruh, Liverpool FC menyuguhkan drama emosional saat melibas Newcastle United 4-1.
Laga ini menjadi panggung bagi Hugo Ekitike yang mencetak brace kilat, sekaligus momen mengharukan bagi Ibrahima Konate yang kembali merumput demi mendiang ayahnya.
Sempat tertinggal lewat gol Anthony Gordon, pasukan Arne Slot menunjukkan mentalitas juara dengan membalikkan keadaan sebelum turun minum.
Kemenangan ini membawa The Reds menempel ketat Chelsea di posisi empat besar klasemen Premier League.
Badai Dua Menit Ekitike
Newcastle United sebenarnya sempat memberikan kejutan pahit bagi publik tuan rumah.
Pada menit ke-36, Anthony Gordon memanfaatkan bola liar hasil tekel Alexis Mac Allister untuk menjebol gawang Alisson Becker. Namun, keunggulan The Magpies hanya bertahan seumur jagung.
- Adalah Hugo Ekitike, striker muda asal Prancis, yang menjadi pembeda. Dalam rentang waktu hanya 120 detik (menit 41 dan 43), Ekitike menghancurkan lini pertahanan Newcastle.
- Gol pertamanya lahir dari chemistry manis dengan Florian Wirtz, sementara gol keduanya adalah pameran kecepatan dan kekuatan fisik saat ia melakukan sprint maut yang tak terkejar lawan.
- Florian Wirtz menambah keunggulan di babak kedua setelah menerima asisst matang dari Mohamed Salah.
- Ibrahima Konate mencetak gol penutup (90+3′), setelah absen tiga laga karena duka keluarga.

Jika Ekitike adalah pahlawan taktis, maka Ibrahima Konate adalah jiwa dari pertandingan tersebuti.
Setelah absen selama dua minggu menyusul wafatnya sang ayah, bek bernomor punggung 5 itu kembali ke lapangan dengan satu misi: membantu tim.
“Sangat sulit diterima, tapi inilah hidup. Manajer bilang saya bisa mengambil waktu, tapi saya merasa penting untuk kembali sekarang,” ujar Konate dengan suara bergetar usai laga kepada TNT Sports.
Sang Manajer Liverpool, Arne Slot juga menyoroti ketajaman dan etos kerja Ekitike yang luar biasa.
“Hugo itu selalu membawa energi positif ke tempat latihan. Kemampuannya mengalahkan lawan dalam situasi satu lawan satu sangat langka di sepakbola modern,” ungkap Slot dikutip dari Situs Resmi Liverpool.
Laga di Anfield ini ditutup dengan nyanyian 60.416 penonton yang membahana. The Reds tidak hanya mengakhiri dahaga kemenangan di liga pada awal 2026 ini, tetapi juga membuktikan bahwa kekuatan tim mereka berakar pada ikatan emosional antar pemainnya. (*)
Baca juga :





