Prancis – Di sebuah pedesaan Mediterania yang biasanya tenang, bencana alam yang dahsyat tiba-tiba mengubah segalanya.
Kobaran api yang membakar hutan di Prancis selatan dengan cepat menyebar, menciptakan pemandangan yang mengerikan.
Bencana ini bukan hanya sekadar kebakaran, melainkan sebuah peringatan keras tentang realitas baru yang dihadapi Eropa di tengah perubahan iklim.
Kobaran api kebakaran hutan melanda wilayah Prancis selatan, memicu keadaan darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Api yang pertama kali muncul di sekitar desa La Ribaute di wilayah Aude, menyebar tak terkendali ke wilayah Corbieres dan telah melahap sekitar 16.000 hektar lahan.
Dilansir dari BBC News, luas area yang terbakar ini setara dengan seluruh wilayah kota Paris. Api dilaporkan masih berkobar hingga Rabu malam, dan dampak tragisnya sudah terasa, diantaranya adalah :
- Seorang wanita lansia ditemukan tewas di rumahnya
- 13 Orang lainnya menderita luka bakar
- Setidaknya 25 rumah rusak atau hancur
- Sekitar 2.500 rumah kehilangan aliran listrik
- Lebih dari 2.150 petugas pemadam kebakaran dikerahkan untuk merespons bencana ini
Mereka didukung oleh puluhan pesawat pengebom air, namun otoritas setempat memperingatkan bahwa upaya pemadaman akan sulit dan api kemungkinan masih akan berkobar selama beberapa hari ke depan.
Angin kencang, peningkatan suhu, dan vegetasi yang sangat kering menjadi faktor utama yang mempersulit pekerjaan para petugas.

Bencana dan Peringatan Iklim
Kunjungan Perdana Menteri Prancis, Francois Bayrou ke lokasi bencana menegaskan betapa seriusnya situasi ini.
Dikutip dari BBC, ia menyatakan bahwa kebakaran ini adalah “bencana dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya” dan secara terang-terangan mengaitkannya dengan pemanasan global serta kekeringan yang melanda.

Lucie Roesch, Sekretaris Jenderal Prefektur Aude mengatakan kepada The Guardian bahwa timnya fokus memantau pergerakan api.
“Kebakaran terus menyebar di area yang semua kondisinya memungkinkan. Kami memantau tepi dan belakang api, untuk mencegah penyebaran lebih luas,” jelasnya.
Bagi penduduk setempat, kebakaran ini adalah tragedi yang berulang. Aude Damesin, seorang warga Fabrezan, mengungkapkan kesedihannya kepada The Guardian.
“Saya merasa tragis melihat begitu banyak kebakaran sejak awal musim panas. Ini mengerikan bagi satwa liar, flora, dan bagi manusia, yang kehilangan segalanya,” ungkap Damesin.
Eropa dalam Ancaman Kebakaran Hutan
Kebakaran di Prancis ini bukanlah insiden tunggal, melainkan bagian dari pola yang lebih besar yang melanda seluruh Eropa Selatan sepanjang musim panas ini.
- Bulan lalu, kebakaran hutan juga terjadi di sekitar Marseille, Prancis, yang menyebabkan setidaknya 300 korban luka.
- Menurut Sistem Informasi Kebakaran Hutan Eropa (EFFIS), lebih dari 25.700 hektar lahan di Portugal hangus terbakar.
- Negara-negara lain seperti Spanyol, Turki, Yunani, dan Kawasan Balkan juga turut dilanda kebakaran hutan.
Para ilmuwan sepakat bahwa kawasan Eropa, yang merupakan benua dengan pemanasan tercepat di dunia, sangat rentan terhadap kebakaran hutan.
Kerusakan iklim memperburuk frekuensi dan intensitas gelombang panas, menciptakan kondisi ideal bagi api untuk muncul dan menyebar dengan cepat.
Peristiwa di Prancis ini adalah pengingat yang menyakitkan tentang konsekuensi nyata dari krisis iklim yang semakin memburuk. (VT)





